Rini Soemarno Optimistis Proyek KA Cepat Selesai Akhir 2020

Rini Soemarno Optimistis Proyek KA Cepat Selesai Akhir 2020
Ilustrasi Kereta Cepat ( Foto: Beritasatu.com/Danung Arifin )
Thresa Sandra Desfika / FER Selasa, 14 Mei 2019 | 15:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M Soemarno, memastikan pembangunan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) pada bagian tunnel Walini telah berjalan baik dan akan mencapai 60 persen di akhir 2019. Proyek itu sendiri ditargetkan selesai dibangun pada akhir 2020 dan bakal menjadi kereta cepat pertama di Asia Tenggara.

Hal ini diungkapkan Rini saat menyaksikan langsung penembusan tunnel Walini. Setelah pengerjaan yang dilaksanakan selama 15 bulan, tunnel dengan panjang 608 meter ini menjadi tunnel pertama dari 13 tunnel KCJB lainnya yang berhasil ditembus.

"Akhir tahun 2019 progresnya bisa mencapai 60 persen. Saya akan terus mengawal dan memastikan proyek berjalan baik. Semua ini juga tidak terlepas dari dukungan dari semua pihak, baik Pemda Jawa Barat, stakeholders, dan masyarakat,” ungkap Rini dalam keterangannya yang diterima Beritasatu.com, Selasa (14/5/2019).

Rini menegaskan, pemerintah melalui Kementerian BUMN terus mendorong penyelesaian proyek KCJB sehingga nantinya kehadiran proyek ini mampu menciptakan pusat-pusat perekonomian baru.

"Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, keberadaan proyek ini bertujuan mengurai kepadatan baik di Jakarta maupun di Bandung sehingga mampu menciptakan pusat-pusat perekonomian yang baru dan mendorong pemerataan ekonomi. Kita optimistis proyek ini berjalan baik dan kalau kita bisa selesaikan akhir 2020, ini bisa jadi kereta cepat pertama di Asia Tenggara," tutur Rini.

Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Chandra Dwiputra, menyampaikan, apresiasi kepada para kontraktor atas keberhasilannya menembus tunnel Walini. Pengerjaan tunnel selama ini menjadi menjadi salah satu prioritas dalam proyek KCJB dengan mempertimbangkan tingkat kesulitan dan durasi kerja yang lama.

Apresiasi yang sama juga ditujukan kepada pemerintah yang selama ini terus memberikan dukungan dan berperan aktif dalam menyelesaikan sejumlah hambatan yang dihadapi saat mengerjakan proyek KCJB.

"Berkat dukungan dari seluruh pihak, kini, proyek KCJB telah mencapai progres 17,38 persen. Pembangunannya sedang digelar secara masif dan merata di berbagai titik guna mencapai target progres pada akhir tahun sebesar 59,78 persen. Milestone ini akan semakin menumbuhkan keyakinan dalam diri masyarakat Indonesia bahwa memiliki kereta cepat di Indonesia bukan lagi menjadi impian yang tidak bisa diwujudkan," ungkap Chandra.

Sebagai tunnel pertama yang berhasil ditembus, tunnel Walini memiliki lebar diameter dalam mencapai 12,6 m dan lebar diameter luar mencapai 14,3 meter. Terowongan yang berlokasi di Kecamatan Cikalongwetan, Bandung Barat ini memiliki wesel di dalamnya serta dua jalur kereta cepat dengan posisi DK95+472 pada inlet dan DK96+080 pada outlet. Sisi outlet dari tunnel ini akan langsung terhubung dengan Stasiun Walini.




Sumber: BeritaSatu.com