Astragraphia Dukung Ekosistem Ekonomi Kreatif

Astragraphia Dukung Ekosistem Ekonomi Kreatif
Direktur PT Astra Graphia Tbk, Mangara Pangaribuan, memberikan sertifikat kepada anak didik Astragraphia, di Jakarta, Rabu (15/5/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 15 Mei 2019 | 23:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sektor Ekonomi Kreatif menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Data terbaru dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, Ekonomi Kreatif memberikan kontribusi sebesar 7,44 persen terhadap total perekonomian nasional dengan nominal Rp 989 triliun.

Pelaksana Deputi Pemasaran Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Islamuddin Rusmin Reka, mengatakan, industri ekonomi kreatif kedepan akan menjadi salah satu motor penggerak bagi perekonomian Indonesia di tengah perlambatan ekonomi global.

"Dengan potensi market yang besar, serta munculnya generasi milenial, subsektor desain komunikasi visual memiliki potensi dalam mendorong pertumbuhan Ekraf yang juga dinilai mampu memberikan dampak besar terhadap subsektor lainnya, seperti kuliner, fesyen, kriya, dan sebagainya," jelas Islamuddin, di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Astragraphia

Baca Juga: Astragraphia Dukung UMKM di Industri Kreatif

Menurut Islamuddin, keberadaan desain komunikasi visual/grafis dan desain produk akan menjadi penting dalam perkembangan industri kreatif. Hal ini dikarenakan adanya kebutuhan pelaku usaha terkait branding, materi tampilan, desain katalog dan lain-lain.

"Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) pun beberapa kali memberikan pelatihan kepada UMKM yang ada di Indonesia, baik bekerja sama dengan Bekraf maupun dengan institusi lain,” kata Islamuddin.

Direktur PT Astra Graphia Tbk, Mangara Pangaribuan, mengatakan, Astragraphia mendukung industri ekonomi kreatif Indonesia secara end-to-end, mulai dari sisi people, technology, dan process.

"Ketiga hal tersebut, diharapkan diatas dapat dimanfaatkan oleh para pemilik usaha printing maupun end-user agar dapat meningkatkan pemahaman mengenai proses cetak yang mudah dan hasil cetak yang presisi serta meningkatkan nilai jual karyanya," jelas Mangara.

Baca Juga: Fujifilm Gandeng Astragraphia

Dari sisi people, lanjut Mangara, Astragraphia telah siap memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggan dengan tim yang kompeten di bidang digital printing, melalui serangkaian kegiatan edukasi, workshop dan training.

"Dari sisi technology, Astragraphia didukung dengan solusi mesin digital printing Fuji Xerox dan mesin digital offset Fujifilm yang kami pasarkan. Hal itu kami perkuat lagi dari sisi process. Astragraphia memiliki printing showroom di mana publik dapat melihat proses cetak hingga finishing," tandas Mangara.

Chief Graphic Communications Services Astragraphia, Eko Wahyudi, mengatakan, Astragraphia mempunyai inisiatif untuk bisa memberikan sharing knowledge sebagai pelaku industri percetakan. Sharing knowledge ini diberikan kepada para siswa SMK Grafika, mahasiswa desain, dan profesional desain yang tergabung dalam asosiasi desainer grafis.

"Sharing knowledge berupa training in class, workshop, hingga hands-on langsung ke mesin Fuji Xerox. Inisiatif ini yang terus dijalankan setiap tahunnya agar nantinya para desainer ini mampu memberikan kontribusi terbaik untuk siap bekerja dan mendukung pertumbuhan industri kreatif Indonesia," jelas Eko.

Co-Founder & Design Director of Visious Studio yang juga Ketua Asosiasi Designer Grafis Indonesia (ADGI), Rege Indrastudianto, mengatakan, desain grafis dan desain produk merupakan sebuah elemen penting, dikarenakan, kesan pertama ketika melihat produk adalah dari tampilannya dulu, baik dari bentuk produk, warna maupun kemasannya.

"Kesan terhadap produk ini yang harus dipahami oleh para produsen. Tampilan identitas visual yang menarik, baik dari cerita, grafis maupun kualitas cetak, akan mampu memberikan kesan yang baik atas produk yang ada. Saran kami, untuk para pelaku industri, bisa lebih memperhatikan soal identitas visual,"  tandas Rege.



Sumber: BeritaSatu.com