East Ventures Kucurkan dan Jajaki 24 Pendanaan Startup Tahun Ini

East Ventures Kucurkan dan Jajaki 24 Pendanaan Startup Tahun Ini
Dari kiri ke kanan: Managing partner East Ventures Melisa Irene, Deputy CEO Fore Coffee Elisa Suteja, dan Jeff Budiman, CEO dan Co-founder The FIT Company. ( Foto: Ist )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Jumat, 17 Mei 2019 | 11:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Perusahaan modal ventura (venture capital) East Ventures masih bullish dalam melakukan investasi tahap awal pada perusahaan startup di Indonesia. Sejak awal tahun hingga hari ini, Jumat (17/5/2019), East Ventures telah dan sedang dalam proses memberikan pendanaan pada 24 startup.

"Saat ini kami sedang melakukan 24 deals, di mana 12 sudah selesai dan sisanya dalam proses, dengan proporsi pendanaan baru dan follow on participation (pendanaan lanjutan) yang 'cukup baik'. Tahun lalu kita sekitar 30 deals," kata Melisa Irene, Partner East Ventures, kepada Beritasatu.com di Jakarta, Kamis (16/5/2019).

East Ventures dinobatkan sebagai modal ventura paling aktif di Indonesia dan Asia Tenggara oleh Tech in Asia pada awal tahun ini. East Ventures juga meraih predikat sebagai seed investor paling aktif di dunia pada tahun 2018 oleh Crunchbase.

Baru-baru ini, pada 14 Mei 2019 lalu, East Ventures mengumumkan pendanaan awal sebesar US$ 2,7 juta pada perusahaan software as a service (SaaS) Advotics. East Ventures juga memberikan pendanaan yang tidak disebutkan besarnya kepada startup investasi Stockbit dan kepada 7.5 Degree, startup media berbahasa Tionghoa yang berskala Asia.

Ke depan, East Ventures masih terus mencari peluang berinvestasi. "Kita masih cari pipeline-pipeline yang baru. Belum ada yang exit (dilepas) sejauh ini. Rencana ke depan terus mencari founder dan bisnis model yang variatif," kata Melisa.

Sebagai negara keempat terbesar di dunia, East Ventures melihat Indonesia memiliki potensi pasar ekonomi yang besar dan unik. Rumah dari 264 juta orang ini memiliki jumlah pengguna internet terbesar di kawasan Asia Tenggara yang mencapai 171 juta penduduk. Tidak hanya itu, Indonesia juga memiliki ekonomi internet terbesar di kawasan Asia Tenggara sebesar $27 miliar dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) tercepat sebesar 49 persen dari tahun 2015-2018.

"Indonesia satu negara yang seksi. Banyak kucuran investasi ke sini dari Tiongkok, Korea, Jepang, dll. Mereka melihat banyak kesempatan," kata Melisa.

Menurut data DailySocial Startup Report 2018, terdapat 54 pendanaan terhadap startup (mengecualikan startup unicorn atau startup dengan valuasi US$ 1 miliar lebih) tahun lalu, di mana jumlahnya yang diumumkan mencapai US$ 3 miliar. Pada tahun 2017 terdapat 91 pendanaan dengan jumlah yang sama, US$ 3 miliar. Untuk kelompok unicorn, Tokopedia mendapatkan pendanaan US$ 1,1 miliar dari Softbank dan Alibaba pada 2018, Traveloka dikabarkan mendapat US$ 400 juta dari GIC Singapura, Go-Jek mendapat sekitar US$ 1 miliar dari beberapa investor lama dan baru, dan Bukalapak mendapat US$ 50 juta dari Mirae Asset-Naver Asia Growth Fund.

"Indonesia memiliki ekosistem startup yang sangat baik dan semakin mapan. Pasar Indonesia juga menjanjikan karena masih banyak masalah yang dapat diselesaikan melalui teknologi dan aplikasi digital sehingga menjadikan Indonesia salah satu negara yang paling menarik minat bagi investor untuk berinvestasi," kata dia.

Dengan semakin matangnya pasar e-commerce dan fintech -dua sektor startup yang paling besar sejauh ini-, East Ventures mencari sektor-sektor baru yang masih berpotensi tumbuh atau masih memiliki ruang. Awal tahun ini, East Ventures memperkenalkan hipotesis investasi baru, yakni New Consumption. Beberapa portofolio East Ventures yang sejalan dengan hipotesis tersebut adalah Fore Coffee dan juga The FIT Company, startup yang memanfaatkan teknologi dalam membangun wellness ecosystem dengan misi membantu individu mencapai tujuan hidup yang sehat.

"Saat pertama kali bertemu dengan tim East Ventures, kami langsung merasa cocok akan visi dan misi yang diusung. Kami yakin bahwa kemitraan dengan East Ventures akan membawa dampak luar biasa positif, untuk kedua belah pihak," kata Jeff Budiman, CEO dan Co-founder The FIT Company.

Menurut Jeff, pendanaan dari East Ventures bukan satu-satunya manfaat yang diterimanya. "Kami terbantu dari sisi legal, human resources, pintu terbuka dari rekomendasi-rekomendasi. Portofolio East Ventures memudahkan kolaborasi, kata dia.

Selama sembilan tahun terakhir, East Ventures telah berinvestasi di ratusan perusahaan di Indonesia, Singapura, Jepang, Malaysia, dan Thailand. East Ventures memiliki rekam jejak yang kuat dalam mengembangkan ekosistem teknologi di Asia dan banyak mendukung perusahaan di masa awal mereka merintis usahanya, seperti Tokopedia, Traveloka, Ruangguru, Warung Pintar, Disdus (diakuisisi oleh Groupon), Kudo (diakuisisi oleh Grab), Loket (diakuisisi oleh Gojek), Shopback, Techinasia, IDN Media, Moka, CoHive, dan Omise



Sumber: BeritaSatu.com