Anggota Ombudsman Nilai Maskapai Akan Rugi dengan TBA Baru

Anggota Ombudsman Nilai Maskapai Akan Rugi dengan TBA Baru
Alvin Lie. ( Foto: Antara )
Thresa Sandra Desfika / JAS Jumat, 17 Mei 2019 | 15:08 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Ombudsman RI, Alvin Lie, menilai maskapai nasional akan mengalami kerugian apabila dipaksa menurunkan tarif dengan mengacu pada ketetapan tarif batas atas (TBA) penumpang pesawat kelas ekonomi dalam negeri yang mengalami penyesuaian 12-16 persen.

Alvin menilai kebijakan yang diambil oleh Kementerian Perhubungan (Kemhub) ini dikhawatirkan mengabaikan kepentingan maskapai. Dalam Undang-Undang (UU) No 1/2009 tentang Penerbangan, semuanya dinyatakan bahwa Kemhub wajib mengatur harga agar wajar.

"Tapi, wajar tidak harus selalu murah. Termasuk, menjaga agar persaingan sehat dan perusahaan penerbangan berkembang secara sehat," kata Alvin dalam keterangannya, Jumat (17/5/2019).

Menurut dia, dalam menentukan besaran tarif, Kemhub harus memperhatikan kepentingan seluruh stakeholders dan bukan hanya mendengarkan keluhan konsumen, terutama konsumen atau pengguna pesawat bermesin jet.

Kemhub sendiri, sebut Alvin, menyebutkan bahwa evaluasi tarif dilakukan secara berkala setiap tiga bulan serta kenaikan biaya operasional pesawat hingga 10 persen karena avtur, nilai tukar rupiah, dan komponen lainnya. Apabila hal ini terjadi di luar yang berkala satu tahunan, pemerintah bisa melakukan evaluasi atau pemerintah memberikan tuslah kepada maskapai.

Namun dari catatan Alvin, sejak tahun 2016, Kemhub tidak pernah melakukan evaluasi tarif tiket pesawat. Padahal, asumsi-asumsi yang ditetapkan sejak 2016 sudah berubah jauh, termasuk harga avtur.

"Akibatnya, maskapai saat ini tak bisa menerapkan tarif batas bawah sehingga harga menjadi tidak fleksibel. Untuk menutup kenaikan berbagai biaya operasional, maskapai harus menjual tiket di batas atas," papar Alvin.

Namun tiba-tiba, papar Alvin, tanpa ada proses penyesuaian tarif di waktu-waktu sebelumnya, saat ini Kemhub meminta maskapai menurunkan harga tiketnya. "Jika tarif pesawat yang saat ini diterapkan maskapai dipaksa untuk diturunkan, maka maskapai akan mengalami kerugian," tegas Alvin.



Sumber: BeritaSatu.com