Kunci Sukses Program READSI Sinergi Antarpengelola Pertanian

Kunci Sukses Program READSI Sinergi Antarpengelola Pertanian
Ilustrasi pertanian ( Foto: Antara/Yusran Uccang )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Sabtu, 18 Mei 2019 | 15:33 WIB

Pontianak, Beritasatu.com - Kalimantan Barat (Kalbar) merupakan satu dari enam provinsi di Indonesia yang mengelola program Rural Empowerment Agricultural Development Scaling Up Initiative (READSI) dimana Kabupaten Sambas dan Sanggau adalah sebagai pelaksana program. Guna mendukung keberhasilan program yang bertujuan memperkuat kelembagaan petani ini, dilakukan pertemuan koordinasi READSI tingkat Provinsi Kalbar di Hotel Borneo, Pontianak, Jumat (17/18/2019).

"Diperlukan pola kerja dan koordinasi yang terarah antara pengelola dan pelaksana program READSI," kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat yang diwakili Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengembangan Pertanian, Sofian Suri, saat membuka pertemuan itu seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Sabtu (18/5/2019).

readsi

Pertemuan koordinasi Readsi di Pontianak

Pertemuan tersebut bertujuan mensinkronkan kegiatan tahun 2019 sekaligus mencarikan solusi pada permasalahan di masing-masing pelaksana program READSI, baik provinsi maupun kabupaten. Diketahui, pertemuan koordinasi READSI Provinsi Kalimantan Barat ini juga merupakan kegiatan pertama yang dilaksanakan oleh pengelola program READSI.

Dalam sambutannya, Sofian Suri mengungkapkan bahwa salah satu yang menjadi masalah pelaksanaan program READSI di tahun 2019 ini, khususnya bagi pengelola di provinsi adalah terlambatnya proses pencairan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). "Hal ini berdampak kepada pelaksanaan kegiatan program tersebut di kabupaten pelaksana," kata Sofian Suri.

Di akhir sambutannya Sofian Suri mengungkapkan bahwa pertemuan koordinasi 2019 ini sangat penting mengingat sisa waktu pelaksanaannya hanya tinggal tujuh bulan lagi. Untuk itu diperlukan strategi percepatan kegiatan program READSI antara provinsi dan kabupaten pelaksana. "Masing-masing pengelola harus memetakan dan mensinkronisasikan sisa kegiatan, sehingga kita mampu menyelesaikan kegiatan Program READSI ini dengan baik dan tepat waktu," kata Sofian Suri.

Sebagai gambaran, READSI merupakan salah satu bagian program Kementerian Pertanian yang mendukung terwujudnya visi pembangunan pertanian yaitu tercapainya kedaulatan pangan dan meningkatnya kesejahteraan petani serta mendukung suksesnya program regenerasi petani.



Sumber: BeritaSatu.com