Menhub Pastikan Harga Tiket Pesawat Sudah Turun

Menhub Pastikan Harga Tiket Pesawat Sudah Turun
Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi (kedua kanan) mengunjungi Pelabuhan Merak untuk mempersiapkan strategi dalam mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2019,. khususnya angkutan penyeberangan. ( Foto: Istimewa )
Herman / YUD Senin, 20 Mei 2019 | 20:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebagai bentuk kepedulian Pemerintah terhadap aspirasi masyarakat yang menggaggap tiket pesawat terlalu mahal, Pemerintah telah menurunkan tarif batas atas penerbangan melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 106 Tahun 2019 yang ditandatangani pada Rabu (15/5/2019) malam.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan, berdasarkan hasil pantauan di lapangan, maskapai-maskapai telah menerapkan aturan tersebut. Sesuai ketentuan yang berlaku, penurunan berkisar antara 12 – 16 persen.

"Tarif sebelumnya dirasakan mahal oleh masyarakat. Tetapi kita sudah keluarkan ketentuan, tarif batas atas diturunkan (rata-rata) 15 persen. Maskapai-maskapai juga sudah mengikuti aturan tersebut," kata Budi Karya Sumadi dalam acara Forum Merdeka Barat 9, di Jakarta, Senin (20/5/2019).

Menhub juga menyampaikan apresiasinya kepada maskapai penerbangan yang telah menurunkan harga tiket pesawat. Dengan penurunan tersebut, diharapkan hal ini akan membantu masyarakat dalam mudik Lebaran kali ini.

Menhub juga menambahkan akan terus mengawasi dan mengevaluasi kebijakan ini. Ia mengatakan kebijakan penurunan harga tiket ini adalah untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan masyarakat, dalam hal ini aspek perlindungan konsumen dan perlindungan dari persaingan tidak sehat. Selain itu yang turut diperhatikan adalah keselamatan dan keamanan penerbangan, serta kepentingan penyelenggara jasa angkutan penerbangan.

“Pasti akan kita awasi dan evaluasi secara berkala,” ujar Menhub.

Untuk memastikan keselamatan dan keamanan pesawat selama musim mudik, pemeriksaan terhadap keamanan pesawat atau ramp check juga gencar dilakukan. Menhub juga berharap dilarangnya pengoperasian pesawat Boeing 737 Max 8 tidak mengurangi kekhawatiran masyarakat untuk mudik menggunakan pesawat.

"Kekhawatiran dengan Max 8 tidak beroperasi, masyarakat diharapkan confidence mudik dengan pesawat udara. Kita juga himbau tidak membawa barang terlalu banyak dan tidak perlu," ujar Menhub.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana Banguningsih Pramesti menyampaikan, keputusan baru penuruna tarif batas atas tiket pesawat ini akan dievaluasi secara berkala setiap tiga bulan dan sewaktu waktu apabila terjadi perubahan signifikan yang mempengaruhi keberlangsungan kegiatan badan usaha angkutan udara.

"Ketentuan ini berlaku untuk angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri kelas ekonomi yang terdiri dari tiga kelas pelayanan, yaitu full services, medium services, dan low cost carrier atau LCC. Ketentuan ini juga hanya untuk pesawat sejenis jet," jelas Polana.

Polana juga berharap agar masyarakat dapat memahami bahwa harga tiket itu bersifat fluktuatif. Terkait penentuan dasar tarif menurutnya tidak hanya dipengaruhi oleh single factor tapi multi factor, di antaranya biaya operasional penerbangan, jasa kebandarudaraan (PSC), jasa pelayanan navigasi penerbangan, pajak, asuransi, harga avtur dan Iain-Iain. Beberapa komponen ini juga sangat dipengaruhi oleh kurs dollar terhadap rupiah.

"Perlu juga dipahami bahwa harga tiket yang dibeli masyarakat adalah TBA ditambahkan dengan ppn, iuran wajib Jasa Raharja, PSC, dan Tuslah apabila memang ada," jelas Polana.



Sumber: BeritaSatu.com