BPOM Sita Kopi Instan Ilegal Asal Malaysia

BPOM Sita Kopi Instan Ilegal Asal Malaysia
Kepala BPOM, Penny Kusumatuti Lukito (kedua kanan) menunjukkan beberapa produk pangan yang tidak memenuhi syarat dan beredar di pasaran, di kantor BPOM, Jakarta, Senin 20 Mei 2019. ( Foto: Dina Manafe )
Eva Fitriani / HK Selasa, 21 Mei 2019 | 23:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama dengan Korwas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Polda Metro Jaya mengamankan produk kopi instan ilegal asal Malaysia yang telah diubah masa kedaluwarsanya di wilayah Jakarta Selatan, pada 16-17 Mei 2019. Langkah pengamanan ini merupakan upaya BPOM untuk melindungi masyarakat, terutama dari resiko peredaran makanan yang tidak memenuhi persyaratan mutu, khasiat, dan keamanan.

"Hasil dari penindakan tersebut, ditemukan lebih dari 190.000 sachet berisi tiga jenis produk pangan ilegal berupa kopi instan merk berinisial “KPB” dengan perkiraan nilai ekonomis mencapai Rp 1,4 miliar yang diubah tanggal kedaluwarsanya," kata Kepala BPOM Penny K Lukito di Jakarta, Selasa (21/5).

Penny menjelaskan, modus pelaku mengubah tanggal kedaluwarsa yakni dengan cara menghapus dua digit tahun kedaluwarsa maupun menggunting tanggal kedaluwarsa pada kemasan. Pangan ilegal ini melanggar Pasal 143 jo Pasal 99 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan dengan ancaman pidana maksimal 2 tahun atau denda paling banyak Rp 4 miliar.

Pada tanggal 20 Mei 2019, menurut Penny, produk kopi instan "KPB" hasil penindakan pangan ilegal ini ditampilkan saat Press Conference: Pengawasan Pangan Selama Ramadhan oleh Kepala BPOM didampingi oleh Plt. Deputi III, Plt. Deputi IV, Korwas, dan Kejaksaan Tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPOM menyampaikan pentingnya masyarakat untuk mengetahui memilih dan mengonsumsi pangan yang aman serta bagi pelaku usaha obat dan makanan untuk menaati ketentuan yang berlaku.

"BPOM terus berupaya memastikan produk kopi instan yang beredar di masyarakat memenuhi persyaratan mutu, khasiat, dan keamanan seiring meningkatnya tren konsumsi kopi saat ini," kata dia. 



Sumber: Investor Daily