PLTA Batang Toru Harus Jalan Terus

PLTA Batang Toru Harus Jalan Terus
Ilustrasi Sungai Fragment Alami ( Foto: Istimewa )
Nurjoni / Rangga Prakoso / AO Kamis, 23 Mei 2019 | 16:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah mendukung sepenuhnya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Pembangunan PLTA berkapasitas 510 megawatt (MW) ini harus jalan terus karena akan menjadi solusi meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) dan sekaligus mengurangi defisit listrik di Sumatera Utara.

Direktur Jenderal (Dirjen) Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan, tidak ada masalah dengan PLTA Batang Toru yang dibangun PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE). Pertama, kehadiran pembangkit baru, apalagi PLTA, akan menambah pasokan listrik di Sumatera Utara seiring dengan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat, terutama di beban puncak.

“Kedua, berbagai tuduhan terhadap PT NSHE sudah lama kami dengar. Kami juga sudah melakukan pemeriksaan lapangan. Tidak ada pelanggaran. Semua tuduhan tidak benar. Kalau ada protes dari sejumlah pihak itu lebih karena faktor nonteknis. Pembangunan PLTA Batang Toru harus jalan terus,” kata Rida Mulyana kepada Investor Daily, belum lama ini.

PLTA Batang Toru merupakan salah satu proyek pembangkit listrik 35.000 MW yang diitargerkan beroperasi komersial (COD) pada tahun 2022. Pada 16 Maret lalu, jajaran Kementerian ESDM telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek PLTA Batang Toru. Kementerian ESDM menilai PLTA Batang Toru akan menambah ketersediaan listrik di Sumatera Utara. Seperti diketahui, saat ini PLN menyewa kapal Marine Vessel Power Plant (MVPP) dari Turki berkapasitas 240 MW untuk mengatasi defisit listrik di Sumatera Utara.

Menurut Rida, PLTA Batang Toru akan digunakan sebagai peaker (pemasok listrik saat beban puncak terjadi) di sistem tenaga listrik Sumatera. Nantinya, listrik yang dihasilkan PLTA Batang Toru ini akan disalurkan melalui jaringan transmisi 275 kV milik PLN.

Rida menuturkan, PLTA Batang Toru diharapkan juga dapat menyumbang penghematan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) setara dengan US$ 383 juta atau sekitar Rp 5 triliun per tahun. "Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk terus menekan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik, dan untuk menjaga tarif listrik kepada masyarakat tetap kompetitif bagi industri dan terjangkau masyarakat,” jelas dia.

Dikatakan, manfaat lain dari pembangunan PLTA Batang Toru yakni meningkatkan bauran energi terbarukan, mengurangi emisi karbon, meningkatkan pendapatan pemerintah daerah, dan menambah lapangan kerja. Penambahan daya listrik dari PLTA Batang Toru serta meningkatnya keandalan sistem kelistrikan di Kabupaten Tapanuli Selatan.



Sumber: Investor Daily