Menhub Resmikan Posko Pusat Terpadu Angkutan Lebaran 2019

Menhub Resmikan Posko Pusat Terpadu Angkutan Lebaran 2019
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) melakukan video conference dengan petugas di pelabuhan dan bandara di seluruh Indonesia untuk memantau kesiapan arus mudik, di Posko Pusat Terpadu Angkutan Lebaran 2019, Jakarta, Selasa, 28 Mei 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Heman )
Herman / WBP Selasa, 28 Mei 2019 | 20:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meresmikan pembukaan Posko Pusat Terpadu Angkutan Lebaran 2019, di gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta. Posko pusat terpadu ini akan dibuka selama 16 hari mulai 29 Mei hingga 13 Juni 2019. Menhub menyampaikan, keberadaan posko pusat terpadu ini sangat penting untuk memperkuat koordinasi antara seluruh stakeholder yang ikut terlibat dalam mensukseskan kegiatan angkutan Lebaran 2019.

"Tujuan dihadirkannya posko ini adalah untuk melaksanakan pamantauan lalu lintas dan angkutan Lebaran, serta memantapkan koordinasi antara petugas instansi terkait dan juga dengan pihak-pihak di luar pemerintah," kata Budi Karya Sumadi, di gedung Kemenhub, Jakarta, Selasa (28/5/2019).

Di posko pusat terpadu ini, Menhub juga sempat melakukan video conference dengan para petugas di pelabuhan dan bandara di seluruh Indonesia untuk memantau kesiapan arus mudik. Kegiatan video conference ini menurutnya juga akan dilakukan secara rutin, sehingga apa yang terjadi di pelabuhan dan bandara bisa terpantau secara langsung.

"Kesiapan ini memang harus dijaga. Saya berpesan kepada mereka agar posko, terminal, pelabuhan, bandara, mereka harus hadir di sana. Dengan adanya posko ini, kita bisa memantau apa yang mereka kerjakan, dan setiap waktu bisa kita lakukan. Saya juga akan minta kepada para Dirjen untuk secara periodik melakukan video conference, sehingga komunikasinya menjadi baik," kata Budi Karya.

Untuk tahun ini, Menhub memprediksi ada 14,9 juta warga Jabotabek yang akan melakukan perjalanan mudik. Dari jumlah tersebut, 5,6 juta merupakan pemudik tujuan Jawa Tengah, 3,7 juta pemudik tujuan Jawa Barat, dan 1,6 juta tujuan Jawa Timur.



Sumber: BeritaSatu.com