Kemtan dan Indoguna Gelar Operasi Pasar Daging Murah

Kemtan dan Indoguna Gelar Operasi Pasar Daging Murah
Manajer Toko Tani Indonesia Center Kementerian Pertanian, Inti Pertiwi, dan Direktur PT Indoguna Utama, Juard Effendi di acara operasi pasar daging murah di pusat perbelanjaan Komoditas Pangan, TTI Center Jalan, Ragunan P7, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (2/6/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Yustinus Paat )
Yustinus Paat / FER Minggu, 2 Juni 2019 | 18:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menjelang hari raya Idul Fitri 1440 Hijiriah (2019), Toko Tani Indonesia (TTI) Center Kementerian Pertanian (Kemtan) bekerja sama dengan PT Indoguna Utama, kembali menggelar operasi pasar daging murah kepada masyarakat, di pusat perbelanjaan Komoditas Pangan, TTI Center Jalan, Ragunan P7, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (2/6/2019).

Manajer TTI Center Kemtan, Inti Pertiwi, mengatakan, kegiatan ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang ingin mendapatkan daging murah menyambut lebaran. Terlebih, animo masyarakat untuk bisa mendapatkan daging murah, sangat tinggi.

"Tujuan kami (Kemtan, red) menggelontorkan daging sapi beku ini sebagai alternatif. Jadi, harus digarisbawahi, kita tidak bermaksud menyaingi, atau membuat rugi pedagang-pedagang sapi lokal. Namun, kita ingin memberikan alternatif kepada masyarakat yang tidak mampu membeli daging segar, maka kami mempersiapkannya. Jadi , kalau kita tidak mem-back up dengan daging beku, maka daging segar akan semakin naik harganya," kata Inti Pertiwi.

Pertiwi menuturkan, sepanjang bulan puasa Ramadan hingga tiga hari jelang Idul Fitri, TTI Center Kemtan telah mendistribusikan 200 ton daging sapi beku kepada masyarakat. Pendistribusian daging beku ini, ditujukan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu.

"Jadi, harapannya, masyarakat bisa memperoleh daging dengan harga yang terjangkau, sehingga mereka dengan tenang, nyaman saat merayakan lebaran. Dengan begitu, masyarakat bisa saving pengeluaran untuk komoditas yang lain. Sebab, kalau kita lihat saat ini, daging beku masih dapat harga Rp 75.000 per kilogram, sedangkan daging segar harganya masih tinggi atau naik terus hingga di atas Rp 100.000 per kilogram," jelas Pertiwi.

Pertiwi menambahkan, selain di TTI Center Kemtan, ada juga bazar daging murah di Kompleks kampus Penelitian Pertanian, Cimanggu, Kota Bogor. Kemudian, di beberapa tempat juga digelar bazar daging murah, seperti Lampung, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan lainnya.

"Untuk hari ini, Minggu (2/6/2019) jumlah di Jakarta, pengunjung ada 5.000 hingga 7.000 orang. Hasil itu kami hitung berdasarkan jumlah yang terjual yakni satu orang atau pengantri membeli 1 kilogram. Sehingga totalnya bisa habis 1 hingga 2 ton. Masyarakat mengantri sejak pukul 05.00 WIB dan toko baru buka pukul 08.00 WIB. Pembatasan 2 kilogram per orang. Itu baru satu varian dagi sapi," tutur Pertiwi.

Sementara, Direktur PT Indoguna Utama, Juard Effendi, menegaskan, pihaknya ingin berpartisipasi atas peluncuran program operasi pasar daging sapi murah yang dilaksanakan oleh Kemtan.

"Kami siap mensukseskan seluruh program yang diluncurkan oleh Kementerian Pertanian akan kebutuhan pangan,terutama daging demi masyarakat banyak," kata Juard.

Juard menambahkan, Indoguna Utama masih memiliki stock daging yang cukup banyak. Masih ada ribuan ton daging yang tersedia di gudang, dengan harga yang variatif

"Indoguna sendiri telah mengikuti program operasi pasar sejak beberapa tahun lalu. Terutama dengan pemerintah dari berbagai institusi, seperti Polda, Istana Wapres, dan lainnya. Sejak TTI Center dibuka, kami merupakan pertama yang berpartisipasi dan mensukseskan program operasi pasar daging dengan cara menjalin kerja sama," tegas Juard.



Sumber: BeritaSatu.com