Untuk Karyawati, Diageo Indonesia Terapkan Cuti Berbayar 26 Minggu

Untuk Karyawati, Diageo Indonesia Terapkan Cuti Berbayar 26 Minggu
Pabrik Diageo di London, Inggris. ( Foto: Buildington.co.uk / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Senin, 3 Juni 2019 | 08:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Diageo global mengumumkan peluncuran kebijakan cuti melahirkan yang baru berlaku untuk para karyawati di seluruh bisnisnya, termasuk di Indonesia. Dengan demikian, Diageo Indonesia juga menerapkan cuti berbayar 26 minggu untuk para karyawati yang melahirkan.

Bagi karyawan pria, Diageo juga menetapkan standar minimum global cuti melahirkan selama empat minggu dibayar penuh berbayar. Kedua peraturan ini kemudian akan diterapkan di Indonesia pada tahun fiskal Diageo yang baru, yaitu 1 Juli 2019.

“Kebijakan ini mengikuti ketentuan di Indonesia yang memberikan hak cuti melahirkan selama tiga bulan, dan Diageo Indonesia memberikan kesempatan kepada karyawannya untuk memiliki waktu yang lebih lama dan konsisten dengan keluarganya," kata Christophe Beau, Managing Director Diageo di Indonesia.

Kebijakan global tersebut merupakan bagian dari upaya untuk menciptakan ruang kerja yang inklusif dan beragam.

"Diageo berharap kebijakan baru ini dapat mendukung karyawan untuk fokus pada kegembiraan dalam membesarkan keluarga muda sambil terus berkembang di tempat kerja, memastikan wanita dan pria didukung untuk memiliki waktu berkualitas dengan keluarga mereka di manapun mereka tinggal dan bekerja," tambahnya.

Dikatakan, Diageo Indonesia senang untuk menjadi bagian dari kebijakan global ini yang kami yakin hal ini akan memberikan manfaat positif bagi seluruh karyawan Diageo di Indonesia dan mampu mendukung tujuan global Diageo menciptakan ruang kerja yang inklusif dan beragam.

Komitmen Diageo untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan beragam telah diakui oleh Indeks Kesetaraan Gender Bloomberg pada tahun 2019.

Dampak Positif

Pada tahun 2018 Diageo juga dinobatkan oleh Thomson Reuters sebagai perusahaan ke-4 di dunia yang paling inklusif dan beragam. 40% Komite Eksekutif Diageo dan 44% Dewan Diageo adalah wanita.

“Di Indonesia, 50% dari leadership team kami adalah perempuan dan puluhan perempuan lain bekerja untuk Diageo Indonesia di kantor Jakarta dan Bali. Kami sangat menantikan penerapan peraturan baru ini dan melihat bagaimana hal ini dapat membawa dampak positif bagi lingkungan kerja di Diageo Indonesia,” paparnya.

Christophe menambahkan, peraturan perusahaan terbaru ini mengikuti peraturan pemerintah Indonesia yakni cuti melahirkan selama tiga bulan. Diageo Indonesia memberikan kesempatan kepada karyawannya untuk untuk cuti lebih lama agar bisa menjaga keluarga.

Secara global, kebijakan ini disampaikan oleh Pengumuman ini disampaikan oleh Ivan Menezes, Chief Executive Diageo di konferensi investor Diageo di New York pada 22 Mei 2019.

Berita tersebut menyusul pengumuman sebelumnya bahwa karyawan semua orang tua yang dipekerjakan oleh Diageo di Inggris, tanpa memandang gender, dapat mengambil memenuhi syarat untuk cuti melahirkan yang dibayar penuh selama 26 minggu, dengan tetap mendapatkan upah dan bonus mempertahankan manfaat dan bonus terlepas dari gender.

“Diageo berkomitmen untuk menciptakan tenaga kerja yang sepenuhnya inklusif dan beragam dan kami sangat percaya bahwa bisnis memainkan peran penting dalam membentuk masa depan masyarakat,” papar Mairéad Nayager, Chief HR Diageo.

Nayager mengatakan bisnis global seperti Diageo harus membuat langkah berani pada kebijakan dan lingkungan tempat karyawan bekerja untuk pengembangan diri dan keluarga karyawan terjadi.



Sumber: Suara Pembaruan