PTPN X Fokus Produksi Gula Ritel

PTPN X Fokus Produksi Gula Ritel
Kegiatan di perkebunan tebu PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Amrozi Amenan / FER Rabu, 12 Juni 2019 | 20:59 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X tahun ini fokus pada pengembangan program hilirisasi produk dengan target pasar ritel guna mendukung kinerja perusahaan. Untuk program hilirisasi, BUMN ini sedang menyiapkan produk gula ritel dan pupuk bio kompos.

Dirut PTPN X, Dwi Satriyo Annurogo, mengatakan untuk gula ritel, enam unit mesin baru sudah mulai didatangkan dan akan mulai beroperasi tahun ini di pabrik gula (PG) miliknya, yaitu PG Pesantren Baru dan PG Gempolkrep dengan nilai investasi sebesar Rp 8,3 miliar. Unit baru ini akan memproduksi gula ritel dengan kapasitas 25 pack per menit.

Sedangkan untuk produk pupuk bio-kompos, sudah disiapkan dua unit baru yang akan beroperasi di Bandungan (Mojokerto) dan Sumberlumbu (Kediri). Kapasitas masing-masing mesin sebesar 20.000 ton per tahun.

"Program hilirisasi produk adalah keharusan. Produksi gula ritel dan pupuk bio-kompos ini merupakan bentuk inovasi yang dilakukan oleh PTPN X. Diharapkan adanya produk-produk hilirisasi mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan,” kata Dwi kepada Beritasatu.com, di Surabaya, Rabu (12/6/2019).

Dwi menjelaskan, program hilirisasi produk ini merupakan upaya untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Untuk ke depan, program ini akan mendukung kinerja perusahan dan dalam jangka pendek setidaknya program tersebut juga diharapkan akan mendukung target laba tahun sebesar Rp 120, 74 miliar.

Untuk target laba tersebut, PTPN X menargetkan produksi gula total tahun ini sebesar 352.184 ton dengan jumlah tebu digiling sebesar 4,3 juta ton. Sedangkan untuk angka rendemen ditargetkan sebesar 8,15 persen dengan produktivitas 75,92 ton per hektar.

Selain itu, PTPN X juga sedang melakukan optimalisasi aset yang selama ini dianggapnya idle guna meningkatkan nilai tambah bagi perusahaan. Terkait program optimalisasi ini, PTPN X bekerjasama dengan PT Wijaya Karya Realty dan PT Duta Anggada Realty untuk membangun Hotel & Convention Hall, serta dengan PT Kutai Timber Indonesia untuk penanaman kayu sengon yang memanfaatkan lahan idle. "Kedepan, optimalisasi aset ini juga akan mendukung kinerja perusahaan," tandas Dwi.

Sekretaris Perusahaan dan PKBL PTPN X, Suryanto, menambahkan, pihaknya tak hanya berfokus pada hilirisasi produk dan optimalisasi aset melainkan juga peningkatan pelayanan kepada petani. Salah satunya melalui Pelatihan Petani Tebu Milenial.
Pelatihan tersebut telah dilakukan sebanyak enam angkatan, dengan masing-masing angkatan sejumlah 60 orang petani.

"Rencananya, pelatihan serupa juga akan digelar untuk tiga angkatan selanjutnya," kata Suryanto.



Sumber: BeritaSatu.com