Persiapan Jordan Build 13, IJBC Gelar FGD

Persiapan Jordan Build 13, IJBC Gelar FGD
Foto bersama seusai "focus group discussion" yang diselenggarakan Indonesia Jordan Business Council (IJBC) di Jakarta, Rabu 12 Juni 2019. ( Foto: Istimewa )
Anselmus Bata / AB Kamis, 13 Juni 2019 | 13:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengusaha Indonesia hendaknya memanfaatkan fasilitas yang diberikan Pemerintah Yordania untuk berusaha, melakukan ekspansi, dan mengekspor produk. Pasalnya, Yordania merupakan hubs dalam perdagangan dunia. Peluang tersebut semestinya dimanfaatkan Indonesia untuk menjalin kerja sama perdagangan bilateral dengan Yordania.

Hal tersebut disampaikan President Indonesia Jordan Business Council (IJBC) Mayra Andrea saat membuka focus group discussion (FGD), Rabu (12/6/2019)  Noble House, Jakarta. Forum ini merupakan sarana untuk memaparkan potensi-potensi negara pascaperang, di antaranya Irak dan Suriah. Selain itu, hasil pembahasan dalam forum ini akan dijadikan bahan persiapan partisipan pada Jordan Build 13 International Exhibition For Build, Construction, and Engineering Industries di Amman, Yordania 24 sampai 27 Juni 2019.

Pada kesempatan itu, Vice President Bidang Infrastruktur & ESDM IJBC, Bakti Ludin menjelaskan secara geopolitik, Irak didominasi banyak kelompok/suku, sehingga agak sulit untuk membangun komunikasi secara langsung. Oleh karena itu, Yordania diharapkan menjadi jembatan bagi pengusaha Indonesia agar bisa masuk ke Irak. Saat ini banyak bangunan, jalan, dan infrastruktur di Irak yang hancur dan akan dibangun kembali. Sedikitnya ada 50 proyek baru yang akan dikerjasamakan dan dibahas dalam Jordan Build 13 di Yordania.

“Menurut informasi yang dikumpulkan, saat ini pembatas antara Yordania dan Irak sudah dibuka, sehingga memudahkan proses masuk ke sana. Kontraktor dan konsultan sangat dibutuhkan di Irak. Untuk Suriah, saat ini situasi di sana belum kondusif, sehingga fokusnya belum ke sana," kata Bakti.

Dewan Penasihat IJBC, Mohammad Bawasier, menyatakan pihaknya mendukung penuh kolaborasi IJBC dan berharap pengusaha Indonesia bisa lebih cepat masuk Yordania.

Terkait kondisi keamanan, Bawasier meyakinkan peserta FGD bahwa keamanan di Yordania terjamin. Berdasarkan hasil survei, belum ada satu investor pun yang terkena serangan bom, sehingga tidak perlu khawatir berada di sana.

FGD dihadiri, antara lain Nurus Syamsu dari Direktorat Timur Tengah Kementerian Luar Negeri, anggota IJBC, perwakilan PII, perwakilan PT Semen Indonesia International, PT Waskita Karya, PT Wijaya Karya, PT Hutama Karya, PT Aruna KA, PT Pranalika Energi, PT Mustika Indah Cemerlang PT Baita Osean Teknologi, PT Pembangunan Perumahan (PP), PT Adhi karya, PT PP (Persero) Tbk, PT MIC, PT Vierma Engineering, PT Wika, IAPPI, Inkindo, PT Berantas Abipraya, para pengusaha, dan anggota asosiasi.



Sumber: BeritaSatu.com