Kemhub Paparkan Penyebab Pemudik dengan Pesawat Turun

Kemhub Paparkan Penyebab Pemudik dengan Pesawat Turun
Ilustrasi Bandara. ( Foto: Istimewa )
Herman / WBP Jumat, 14 Juni 2019 | 14:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pada angkutan mudik Lebaran 2019 mulai H-7 sampai H+7 Lebaran, jumlah total penumpang yang melakukan perjalanan dengan moda angkutan sebanyak 18.343.021, turun 2,42 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2018 yang mencapai 18.798.315.

Jika dirinci, penurunan sebetulnya hanya terjadi pada moda angkutan udara yang cukup besar mencapai 27,37 persen, sehingga memengaruhi jumlah total pemudik. Tahun ini, total pemudik angkutan udara 3.522.585, atau turun dari periode yang sama tahun sebelumnya 4.850.028. Untuk moda angkutan lainnya seperti angkutan jalan, penyebarangan, laut, dan kereta api, seluruhnya mengalami peningkatan.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Perhubungan, Sugihardjo memaparkan, dengan menurunnya penumpang pesawat, terjadi peralihan ke moda lain seperti angkutan jalan, penyeberangan, kereta api dan moda laut. Peralihan pergerakan juga terjadi ke jalan tol yang sampai dengan H+6 mengalami peningkatan sebesar 5,44 persen.

"Sinyalemen bahwa adanya kenaikan tarif pesawat sehingga membuat jumlah penumpang berkurang mungkin benar secara psikologis. Maksudnya, sebelum periode mudik Lebaran, masyarakat merasakan adanya kenaikan tarif pesawat. Tetapi kita sudah melakuan evalusi, harga tiket pesawat pada periode Angkutan Lebaran 2019 sebetulnya mengalami penurunan jika dibandingkan harga tiket tertinggi pada masa Lebaran 2018, kecuali untuk rute Jakarta-Makassar. Ini karena Permen 106 tahun 2019 sudah efektif berlaku,” kata Sugihardjo usai acara penutupan Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu 2019, di Gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (14/6/2019).

Sugihardjo mengatakan pemberlakuan PM 106/2019 yang menaikkan Tarif Batas Atas (TBA) sebesar 14-16 persen ini berdampak cukup signifikan terhadap penurunan harga tiket tertinggi yang dijual maskapai. Namun demikian, untuk pembelian tiket sebelum pemberlakuan PM. 106/2019, harga tiket terendah yang dijual pada masa Lebaran 2019 meningkat antara 16 persen hingga 79,5 persen jika dibandingkan dengan harga tiket terendah pada masa Lebaran 2018.

Peningkatan harga tiket terendah tersebut dikatakan Sugihardjo menjadi hal utama dalam perbandingan harga tiket penerbangan ini, karena harga tiket terendah merupakan indikator keterjangkauan segmen pasar tertentu dalam mendapatkan pelayanan jasa angkutan udara. Fenomena peningkatan harga tiket penerbangan tersebut hingga saat ini telah menjadi asumsi dasar terjadi penurunan penumpang angkutan udara.

“Kami juga sudah melakukan analisis. Untuk wilayah Jawa, penurunan jumlah penumpang pesawat ini ada pengaruhnya dari penggunaan jalan tol, angkutan umum, maupun kereta api. Sementara yang mudik antarpulau, ini karena banyaknya BUMN yang mengadakan kegiatan mudik gratis menggunakan angkutan laut,” kata Sugihardjo.

Program Mudik Gratis Angkutan Lebaran Tahun 2019 memang mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Jumlah penumpang yang diangkut sebanyak 511.413 penumpang, naik 68,54 persen dibandingkan Program Mudik Gratis Tahun 2018 yang mengangkut sebanyak 303.429 penumpang.



Sumber: BeritaSatu.com