Kemhub Alihkan Penerbangan Jet Komersial ke Bandara Kertajati

Kemhub Alihkan Penerbangan Jet Komersial ke Bandara Kertajati
Ilustrasi ( Foto: Beritasatu.com/Danung Arifin )
Thresa Sandra Desfika / FER Sabtu, 15 Juni 2019 | 16:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perhubungan (Kemhub) telah memutuskan untuk mengalihkan penerbangan komersial pesawat jenis jet dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung, ke Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat (Jabar). Penataan itu berlaku mulai Sabtu (15/6/2019). Kemhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara meminta semua pihak bergerak cepat agar penataan itu berjalan optimal.

"Kami telah mengirimkan surat kepada stakeholders terkait untuk bergerak cepat melakukan hal-hal yang bisa memperlancar pengalihan dan penataan tersebut berjalan dengan optimal," ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara, Polana B Pramesti, dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Sabtu (15/06/2019)

Dalam surat bernomor AV.004/0274/KUM/DRJU/VI/2019 tertanggal 13 Juni 2019, Dirjen Perhubungan Udara meminta PT Angkasa Pura II (Persero) dan PT Bandar Udara Internasional Jawa Barat agar segera menyiapkan fasilitas pokok maupun fasilitas pendukung di Bandar Udara Internasional Kertajati (KJT) sesuai peraturan keselamatan penerbangan dan melakukan sosialisasi intensif kepada penumpang dan calon penumpang terkait pengalihan rute penerbangan.

Polana juga meminta badan usaha angkutan udara niaga (maskapai) berjadwal agar menyesuaikan seluruh perizinan yang diperlukan dan melakukan sosialisasi secara intensif kepada penumpang dan calon penumpang terkait pengalihan rute penerbangan.

Kepada Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau Airnav Indonesia, Polana meminta, agar menyiapkan publikasi penataan rute tersebut.

"Airnav harus segera menyiapkan fasilitas teknis untuk pelayanan navigasi penerbangan internasional di Bandara Kertajati bersama dengan PT Angkasa Pura Cabang Bandar Udara Internasional Kertajati - Majalengka (KJT),” ujar Polana.

Selain itu, Polana juga meminta, Indonesia Airport Slot Management (IASM) agar segera mengkoordinasikan perubahan slot dengan maskapai berjadwal di Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara (BDO) dan bandar udara koneksinya (pairing) yang mengkoordinasikan pertukaran dan pemindahtanganan slot serta penambahan atau pengurangan slot penerbangan.



Sumber: BeritaSatu.com