Menhub Akui Pelaksanaan Arus Balik Perlu Diperbaiki

Menhub Akui Pelaksanaan Arus Balik Perlu Diperbaiki
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyalami pemudik yang menggunakan kereta api. ( Foto: Istimewa )
/ WBP Minggu, 16 Juni 2019 | 20:34 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengakui secara umum pelaksanaan arus balik Lebaran 2019 perlu diperbaiki karena masih ditemui kemacetan parah di sejumlah titik.

"Secara umum pelaksanaan arus mudik dan balik mendapat apresiasi dari berbagai pihak, walau ada yang harus diperbaiki terutama arus balik," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kepada pers di Yogyakarta, Minggu (16/6/2019). Hal itu disampaikan saat meninjau Terminal Bus Type A Giwangan dan didampingi Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi.

Menhub mengatakan, masa libur mudik lebih panjang, sehingga masyarakat memiliki banyak waktu sekitar lima hingga enam hari untuk perjalanan pulang kampung sehingga tidak terjadi kemacetan panjang. Sebaliknya, kata Budi Karya, untuk waktu arus balik lebih pendek, yaitu hanya dua hingga tiga hari sehingga banyak pemudik yang kembali pada saat bersamaan.

"Tentu ini semua akan terus kita evaluasi agar ke depannya bisa lebih baik dan tak lagi terjadi kemacetan. Mungkin bisa dengan menjadikan libur usai Lebaran lebih panjang," kata Menhub.

Upaya lain yang dilakukan untuk mengurangi kemacetan adalah kualitas angkutan massal seperti bus akan ditingkatkan apalagi dengan telah tersedianya tol Transjawa.

Sebelumnya, Menhub mengatakan tingkat kecelakaan selama masa angkutan Lebaran 2019 turun 75 persen dengan total 563 kejadian dari 2.234 kecelakaan pada H-7 hingga H+7 Lebaran 2018. Dari segi kerugian materi juga mengalami penurunan sebesar 72 persen dari Rp 6,2 miliar pada Lebaran 2018 menjadi Rp 1,7 miliar pada Lebaran 2019.



Sumber: ANTARA