Pertamina dan Saudi Aramco Sepakat Lanjutkan Kerja Sama Kilang Cilacap

Pertamina dan Saudi Aramco Sepakat Lanjutkan Kerja Sama Kilang Cilacap
Kilang Minyak Cilacap ( Foto: Beritasatu / Primus Dorimulu )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Selasa, 18 Juni 2019 | 13:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – PT Pertamina (Persero) dan Saudi Aramco sepakat melanjutkan kerja sama dalam menyiapkan pengembangan kilang minyak Cilacap. Kesepakatan ini dicapai di sela-sela pertemuan G20 di Jepang yang dihadiri Menteri Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi (yang juga menjadi Chairman Saudi Aramco), Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.

VP Corporate Communication PT Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan, kedua pihak sepakat bersama-sama melibatkan reputable financial advisor dalam rangka finalisasi valuasi dan skema kerja sama. Hal ini penting untuk menjamin kerja sama pengembangan Kilang Cilacap akan menguntungkan bagi kedua belah pihak.

“Kami menyambut baik kesepakatan ini, semoga menjadi win-win solution yang dapat diterima oleh kedua belah pihak dan mempercepat dimulainya pengembangan Kilang Cilacap,” kata Fajriyah Usman.

Fajriyah Usman menambahkan, joint venture development agreement antara Pertamina dengan Saudi Aramco yang tengah berjalan saat ini sedianya akan berakhir pada akhir Juni 2019. Namun dengan kesepakatan ini, akan diperpanjang sampai akhir September 2019. "Dengan demikian, valuasi dan skema kerja sama antara Pertamina dengan Aramco untuk kilang Cilacap harus selesai dalam 3 bulan ke depan," tambah Fajriyah Usman.

Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah akan membentuk tim gabungan dari Kementerian BUMN, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Pertamina. Dalam melaksanakan tugasnya, tim tersebut akan didampingi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan aksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejagung untuk memastikan seluruh proses yang dijalankan sesuai aspek good corporate governance (GCG) dan peraturan perundangan yang berlaku.

Seperti diketahui, pengembangan Kilang Cilacap merupakan bagian dari enam proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) dan New Grass Root Refinery (NGRR) untuk meningkatkan kapasitas produksi bahan bakar minyak Pertamina, dari saat ini 1 juta barel per hari menjadi sekitar 2 juta barel per hari. Keenam proyek tersebut adalah RDMP Cilacap, RDMP Balikpapan, RDMP Balongan, RDMP Dumai, NGRR Tuban dan NGRR Bontang.

Selain meningkatkan kapasitas kilang, kualitas produk yang dihasilkan akan lebih baik yaitu mencapai standar EURO V yang lebih ramah lingkungan.

Sebelumnya, Pertamina juga telah menyelesaikan proyek Langit Biru Cilacap, yang mulai dioperasikan sejak bulan Maret 2019, sehingga saat ini Kilang Cilacap telah memproduksi BBM yang lebih ramah lingkungan dengan standar EURO IV.



Sumber: BeritaSatu.com