Jepang Akan Investasi Mobil Listrik di Indonesia Rp 28 Triliun

Jepang Akan Investasi Mobil Listrik di Indonesia Rp 28 Triliun
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dengan Minister of Economy, Trade and Industry, Jepang Hiroshige Sekō‎, ( Foto: istimewa / Istimewa )
Robertus Wardi / MPA Kamis, 27 Juni 2019 | 18:14 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia dan Jepang sepakat meningkatkan kerja sama dalam bidang industri. Peningkatan terutama dalam hal pengembangan industri Manufaktur (Manufactur Industrial Development Economic Cooperation (MIDEC). Salah satu yang dibahas adalah Jepang akan menyiapkan dana Rp 28 Triliun untuk pengembangan mobil listrik di Indonesia.

Peningkatan kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Dokumen Kerangka Kerja (Framework Document) antara Kementerian Perindustrian Indonesia dengan Ministry of Economy, Trade, and Investment Jepang di Osaka, Jepang, Kamis (27/6).

Penandatanganan dilakukan antara Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dengan Minister of Economy, Trade and Industry, Japan Hiroshige Sekō‎. Penanantangan dilakukan setelah dilakukan pertemuan bilateral antara kedua kementerian kedua negara 

‎Dalam keterangan pers yang diterima SP, Airlangga menyebut penandatangan kerjasama berada dibawah Kerangka Kerja Sama Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA). Hal yang dibahas adalah penguatan industri manufaktur dalam rangka capacity building. Tujuannya untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap uuntuk industri.

"Program ini mencakup sektor otomotif, elektronik, kimia , fabric/ textil, kimia dan makanan minuman," kata Airlangga.
Menurutnya, dalam pertemuan itu, Seko menyampaikan kebijakan otomotif yang penting untuk pengembangan kendaraan berbasis baterei. Jepang sendiri melakukan kebijakan yang paralel untuk basis elektrik EV dan hybrid.Sementara Indonesi telah menyiapkan Perpres mobil listerik dan fasilitas PPN BM berbasis emisi gas buang‎.

Dalam pertemuan yang dihadiri Presiden Toyota Motor Corp Akio Toyota, disampaikan pula bahwa Jepang akan menyiapkan dana Rp 28 Triliun untuk pengembangan mobil berbasis baterei. "Ini perlu kita sambut baik karena dapat mengembangkan industri manufaktur kita," tutup Airlangga.



Sumber: Suara Pembaruan