Jatuhkan Denda Rp 250 Juta

BEI Minta Garuda Jujur soal Laporan Keuangan

BEI Minta Garuda Jujur soal Laporan Keuangan
Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal ( Foto: beritasatu photo / defrizal )
Feriawan Hidayat / FER Jumat, 28 Juni 2019 | 15:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta kepada PT Garuda Indonesia (persero) Tbk (GIAA) untuk segera memperbaiki dan menyajikan kembali laporan keuangan yang mereka buat pada 31 Maret yang lalu.

Hal ini sejalan dengan temuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang telah melakukan pemeriksaan terkait kasus penyajian Laporan Keuangan Tahunan (LKT) PT Garuda Indonesia Tbk per 31 Desember 2018 yang lalu.

Dalam keterangan resmi yang diterima Beritasatu.com, Jumat (28/6/2019), BEI memutuskan beberapa hal. Berikut keputusan lengkap BEI terhadap laporan keuangan Garuda Indonesia.

1. Meminta kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk untuk segera memperbaiki dan menyajikan kembali Laporan Keuangan Interim PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk per 31 Maret 2019 dimaksud paling lambat sampai dengan tanggal 26 Juli 2019, atas pelanggaran ketentuan Nomor III.1.2 Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, yang mengatur mengenai Laporan Keuangan wajib disusun dan disajikan sesuai dengan peraturan Bapepam Nomor VIII.G.7. Tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan, dan Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten.

2. Meminta kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk untuk melakukan public expose insidentil atas penjelasan mengenai perbaikan dan penyajian kembali Laporan Keuangan Interim PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk per 31 Maret 2019.

3. Mengenakan Sanksi sesuai dengan Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-H tentang Sanksi, berupa Peringatan Tertulis III dan denda sebesar Rp 250 juta kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk atas pelanggaran pada poin 1 di atas.

"Pengenaan sanksi dan permintaan untuk memperbaiki dan menyajikan kembali Laporan Keuangan Interim PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, per 31 Maret 2019," ujar Sekretaris Perusahaan BEI, Yulianto Aji Sadono.

"Pihak BEI juga akan segera melakukan public expose insidentil dalam rangka menyelenggarakan perdagangan Efek yang teratur, wajar dan efisien serta menjaga kepercayaan publik terhadap industri Pasar Modal Indonesia," kata Yulianto.



Sumber: BeritaSatu.com