Astra Agro Konversi 2.500 Ha Kebun Sawit Tapin Jadi Kebun Plasma

Astra Agro Konversi 2.500 Ha Kebun Sawit Tapin Jadi Kebun Plasma
PT Tri Buana Mas (TBM), salah satu anak perusahaan Astra Agro Lestari di kawasan Candi Laras Utara Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, menjalin kemitraan dengan masyarakat dalam pengelolaan perkebunan sawit dengan pola inti plasma.
L Gora Kunjana / AO Rabu, 3 Juli 2019 | 13:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Perusahaan kelapa sawit PT Astra Agro Lestari (AAL) terus mengembangkan kemitraan. Melalui PT Tri Buana Mas (TBM), salah satu anak perusahaan yang berlokasi di kawasan Candi Laras Utara, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, menjalin kemitraan dengan masyarakat dalam pengelolaan perkebunan sawit dengan pola inti plasma.

Sekitar 2.500 hektare kebun kelapa sawit siap dikonversikan menjadi kebun plasma dengan menggandeng Koperasi Serba Usaha (KSU) Bangun Banua. Demikian keterangan tertulis AAL yang diterima Beritasatu.com di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Program ini didukung penuh oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Selatan (Kalsel). Untuk merealisasikannya kegiatan ini diawali dengan uji kelayakan konversi kebun plasma di PT TBM.

“Secara umum, perkebunan plasma yang dikembangkan PT TBM sudah sesuai standar teknis dan layak untuk dikonversi. Apalagi, perusahaan ini juga menjalin kerjasama yang baik dengan KSU Bangun Banua yang menghimpun para petani lokal,” ucap Suparmi, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel pada saat uji kelayakan, Sabtu (29/6/2019).

Ketua KSU Bangun Banua, Muhammad Noor mengatakan bahwa perkebunan inti plasma akan diterima 1.984 kepala keluarga (KK), keseluruhannya berada di 5 Desa wilayah Margasari yaitu Desa Suwaja, Buas-Buas, Buas-Buas Hilir, Teluk Haur, dan Batalas.

“Konversi kebun plasma yang dilakukan PT TBM membuktikan kepekaan perusahaan terhadap masyarakat sekitar,” ucap Muhammad Noor.

Dukungan serupa juga disampaikan oleh Camat Candi Laras Utara, Parianta. Bahkan, menurutnya, program perkebunan inti plasma yang diterapkan oleh PT TBM bisa menjadi contoh perusahaan sawit lainnya.

“Saat ini, perusahaan telah menjadi rumah bagi ribuan pekerja kebun yang sebagian besar adalah masyarakat sekitar. Ia juga berpesan terkait program konversi dan pengalihan kebun ke petani plasma, hendaknya masyarakat bisa menjaga amanah ini dengan baik dan jangan sampai lahan tergadai apalagi terjual,” katanya.

Sementara itu, CDAM PT AAL Area Borneo 4, Jaenudin, menyampaikan bahwa program kemitraan ini merupakan perwujudan dari visi besar PT AAL dalam mendorong kesejahteraan bersama bangsa. Diharapkan dengan program kemitraan tersebut dapat membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.



Sumber: Investor Daily