Bagas Adhadirgha Berkomitmen Lahirkan Unicorn dari Kader Hipmi

Bagas Adhadirgha Berkomitmen Lahirkan Unicorn dari Kader Hipmi
Ketua Bidang Luar Negeri dan Pariwisata Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi), Bagas Adhadirgha
L Gora Kunjana / AO Rabu, 3 Juli 2019 | 21:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Calon ketua umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) nomor urut satu, yang memiliki visi, misi, dan konsep Hipmi 4.0, Bagas Adhadirgha menyampaikan keseriusannya untuk menjadi orang nomer satu di organisasi pengusaha itu.

Bagas Adhadirgha sudah menyiapkan beberapa konsep yang ditawarkan. Tidak sekadar mau membesarkan Hipmi secara organisasi, tetapi Bagas juga bertekad mengangkat seluruh anggota Hipmi di Indonesia untuk berhasil bersama-sama.

“Saya mempunyai mimpi besar, yaitu menghasilkan banyak unicorn dari Hipmi,” ujar  Bagas dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (3/7/2019). Seperti diketahui, Unicorn adalah perusahaan rintisan atau start up yang memiliki valuasi aset sebesar US$ 1 miliar atau omset sekitar Rp 1,4 triliun.

Menurut Bagas, segala cita-cita pasti akan bisa diraih, bergantung pada usahanya. Itu yang menjadi alasan dia maju sebagai calon ketua umum Hipmi agar tidak ada lagi anggota atau orang lain bertanya, apa manfaat masuk Hipmi. Hipmi bisa memberikan manfaat yang akan berdampak juga secara nasional.

"Saya ingin membantu teman-teman mempersiapkan masa depan, karena model bisnis sekarang sudah berubah. Sekarang adalah era dari Industri 4.0 yang cara dan strategi berbisnisnya berbeda dengan zaman sebelumnya,” kata Bagas.

Bagas yang kini menjabat sebagai Ketua Bidang Hubungan Internasional dan Pariwisata BPP Hipmi itu menegaskan bahwa bisnis sekarang harus bisa saling mengisi, mengangkat satu sama lain, dan harus ada juara di daerah masing-masing. Dengan adanya Hipmi, dia berharap para anggota juga bisa saling bekerja sama.

"Bagaimana caranya dengan tools Hipmi ini bisa menghadirkan the next unicorn untuk beberapa tahun ke depan. Jadi, kalau kita ditanya, program intinya apa, saya ingin menghasilkan banyak unicorn dari Hipmi. Kita cari siapa yang pantas menjadi unicorn. Tetapi, kita kasih syarat harus mau membantu bisnis milik anggota-anggota Hipmi yang lain,” cetusnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Bagas juga memiliki tiga konsep awal, yakni konsep mentoring, di mana seorang pebisnis yang sudah berhasil memberikan pengalaman dan pengetahuan terhadap teman-teman yang masih merintis atau belajar. Lalu, konsep networking, yakni memperkuat nilai bisnis pemula sampai mampu memenuhi jika ada follow up ke intevstor dalam dan luar negeri.

Selain itu, konsep financing dengan cara melakukan crowd funding atau mengumpulkan dana untuk suatu bisnis dengan cara bersama-sama dan dengan deviden keuntungan yang bisa didapatkan bersama. "Inilah yang saya sebut sebagai Hipmi 4.0,” ujarnya.

Bagas tidak menepis bila sudah banyak orang-orang di Hipmi yang melakukan cara itu. Nantinya, orang-orang di Hipmi yang sudah melakukan cara model bisnis crowd funding itu akan lebih dibesarkan lagi sampai menjadi skala unicorn dengan syarat harus membantu pengusaha-pengusaha di Hipmi lainnya.

"Ini bukan sekadar visi dan misi saya. Saya mencoba melakukan yang nyata dan konkret untuk anggota Hipmi,” kata Bagas.



Sumber: Investor Daily