IPO, Perusahaan Manufaktur Tembakau Ini Oversubscribed 165 Kali

IPO, Perusahaan Manufaktur Tembakau Ini Oversubscribed 165 Kali
Ilustrasi IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) (Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono)
/ WBP Kamis, 4 Juli 2019 | 09:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Perusahaan manufaktur tembakau iris PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC) hari ini, Kamis (4/7/2019) resmi mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Selama masa penawaran umum, saham ITIC mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) 165 kali.

"Pencatatan perdana saham PT Indonesian Tobacco Tbk disambut baik masyarakat, sesuai laporan hasil penawaran umum pada 25- 28 Juni 2019 lalu, permintaan saham ITIC mengalami oversubscribed lebih dari 165 kali," kata Direktur Utama PT Indonesian Tobacco Tbk Djonny Saksono di Jakarta, Kamis (7/6/2019)

PT Indonesian Tobacco Tbk menjadi perusahaan ke-19 yang melantai di bursa pada tahun 2019. Perseroan merupakan perusahaan pengolahan tembakau iris pertama yang listing di BEI.

Perseroan melepas 274,06 juta saham atau 29,13 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga IPO sebesar Rp 219 per saham. Dengan demikian, perusahaan meraup dana segar dari lantai bursa sekitar Rp 60 miliar. "Dana lPO seluruhnya akan digunakan untuk pembelian bahan baku daun tembakau," kata Djonny Saksono.

Dalam aksi korporasi ini, perseroan menunjuk PT Phillip Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, pada awal perdagangan, saham ITIC naik sebesar 50 persen ke level Rp 330 dari harga perdana.

PT Indonesian Tobacco sepajang tahun 2019 perseroan menargetkan pendapatan naik 20-30 persen dari tahun 2018 sebesar Rp 134,51 miliar. Sementara laba bersih diharapkan naik 25 persen dari 2018 sebesar Rp 8,24 miliar. Sementara aset mencapai Rp 355,67 miliar per akhir 2018, terbagi menjadi kewajiban Rp 149,66 miliar dan modal Rp 206,01 miliar.

PT Indonesian Tobacco Tbk didirikan pada 1955 dengan nama NV Indonesian Tobacco & Industrial Coy ini dan merupakan salah satu pemain lama dalam industri pengolahan tembakau yang memiliki merek dagang cukup dikenal masyarakat dengan jaringan pemasaran nasional maupun internasional. Merek yang dimiliki perusahaan yang berbasis di Malang (Jatim) ini antara lain Anggur Kupu, Lampion Lilin, Pohon Sagu, Roda Terbang dan Manna.



Sumber: BeritaSatu.com