Avtur Pertamina Lebih Kompetitif

Avtur Pertamina Lebih Kompetitif
Avtur Pertamina. ( Foto: Antara / Antara )
Asni Ovier / AO Minggu, 7 Juli 2019 | 09:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Harga avtur Pertamina dinilai lebih kompetitif, bahkan lebih murah, dibandingkan beberapa perusahaan migas luar negeri, seperti Sheell, di kawasan regional, terutama di Singapura dan Malaysia.

“Di Asia Tenggara, Pertamina sudah mendistribusikan avtur dengan harga yang sangat bersaing,” ujar Direktur Eksekutif Center for Energy Policy, M Kholid Syeirazi di Jakarta, Minggu (7/7/2019).

Menurut Kholid, dibandingkan beberapa perusahaan migas lain di berbagai bandara di Asia, harga avtur Pertamina memang paling rendah. Contohnya, di Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur, harga avtur Pertamina dipatok sebesar Rp 9.673,31/liter dan di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta seharga Rp 8.735,76/liter.

Harga tersebut jauh lebih rendah dibandingkan produk Shell yang dijual di Asia Tenggara, seperti di Bangkok dengan harga Rp 9.961,85/liter, di Manila Rp 13.309,15/liter, Kuala Lumpur Rp 10. 169,66/liter, dan Singapura Rp 11.834,91/liter.

Oleh karena itu, ujar Kholid, pemerintah tidak perlu memberi izin kepada perusahaan swasta dalam bisnis avtur. Apalagi, terbukti bahwa perusahaan swasta yang berpeluang menjual avtur di Indonesia tidak berkomitmen mendukung program pemerintah.

Dalam hal ini, ujarnya, sejak 12 Mei, perusahaan yang berpeluang menjual avtur, AKR, menolak menjual solar bersubsidi di seluruh SPBU mereka. Alasannya, karena formula harga BBM dianggap kurang pas, sehingga harga jual tidak sesuai dengan nilai keekonomian.

Menurut dia, sikap itu justru menegaskan bahwa perusahaan tersebut tidak layak masuk ke bisnis avtur di Tanah Air. Bahkan, kata Kholid, seharusnya perusahaan tersebut diberi hukuman atas penghentian penugasan dari pemerintah mendistribusikan BBM jenis solar bersubsidi.

Hukuman yang dapat diberikan terhadap swasta yang menghentikan penugasan secara sepihak tersebut adalah pencabutan izin niaga perusahaan tersebut. “Saya malah mendukung sanksi ke penyalur swasta tersebut karena menghambat program pemerintah terkait distribusi BBM satu harga," ujar Kholid.

Peneliti Indef, Nailul Huda menambahkan, harga avtur Pertamina memang sangat bersaing. “Terutama di Bandara Soekarno-Hatta, yang begitu kompetitif jika dibandingkan dengan bandara di ASEAN, seperti Changi di Singapura ataupun bandara di Kuala Lumpur,” kata dia.

Untuk itu, menurut dia, tingginya harga tiket pesawat selama ini bukan sepenuhnya disebabkan masalah harga avtur. Banyak komponen biaya lain yang juga berpengaruh terhadap harga tiket pesawat.



Sumber: BeritaSatu.com