Kemhub Subsidi Bus Damri Bandara Kertajati

Kemhub Subsidi Bus Damri Bandara Kertajati
Terminal Bandara Kertajati. ( Foto: ID/Primus Dorimulu )
Thresa Sandra Desfika / WBP Minggu, 7 Juli 2019 | 13:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com  - Kementerian Perhubungan (Kemhub) menyiapkan subsidi untuk Bus Damri gratis di Bandara Internasional Kertajati, Majalengka. Hal ini dilakukan sambil menunggu pembangunan Tol Cileunyi - Sumedang - Dawuan (Cisumdawu) yang ditargetkan selesai tahun ini.

"Pemberian subsidi dilakukan untuk memastikan bahwa aksesibilitas dari Bandung ke Kertajati itu menjadi lebih pasti dan sambil menunggu Tol Cisumdawu yang dijanjikan menteri pekerjaan umum perumahan rakyat selesai dalam satu tahun. Jadi selama satu tahun ini pemerintah akan mensubsidi Bus Damri gratis," ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam keterangannya, Minggu (7/7/2019).

Budi Karya Sumadi mengatakan, Bus Damri yang gratis selama satu tahun nanti hanya dibatasi pada tempat-tempat yang mempunyai penumpang banyak, seperti Karawang, Cirebon, dan Bandung.

Untuk itu, Budi Karya meminta, direktur jenderal perhubungan darat Kemhub berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menentukan rute-rute mana saja yang akan dilayani secara gratis.

Budi menjelaskan, kebijakan pemberian subsidi Bus Damri gratis dilakukan sebagai bentuk kompensasi waktu dan biaya yang dihabiskan penumpang. "Ini merupakan komitmen kami untuk memberikan kompensasi kepada masyarakat yang harus menghabiskan waktu lebih banyak jika mendarat di Kertajati dibandingkan dengan di Bandung. Ini juga akan mengurangi biaya yang mereka keluarkan,” jelas Menhub.

Selain itu, Menhub mengatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan operator helikopter untuk memfasilitasi pelayanan eksekutif. Rencananya, kerja sama itu akan mulai dibicarakan dalam waktu dua minggu ke depan sehingga Bandara Kertajati dapat mengakomodasi segala bentuk penerbangan.

"Kita juga akan kerja sama dengan heli taxi, jadi kalau nanti ada penumpang yang ingin kenyamanan dan pelayanan eksekutif, ada alternatifnya," ujar Menhub.



Sumber: BeritaSatu.com