Industri Waralaba Ditargetkan Tumbuh 10%

Industri Waralaba Ditargetkan Tumbuh 10%
Waralaba HIY Thai Tea melihat tingginya animo masyarakat terhadap tren jajanan kekinian sebagai sebuah peluang usaha yang menguntungkan. ( Foto: Beritasatu Photo )
Ridho Syukro / FMB Minggu, 7 Juli 2019 | 16:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Industri waralaba Indonesia ditargetkan bisa tumbuh sebesar 10 persen tahun ini, baik dari sisi transaksi maupun jumlah gerai pewaralaba.

Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Andrew Nugroho mengatakan kondisi ekonomi yang diperkirakan akan terus membaik menjadi faktor pendukung optimisme pertumbuhan industri waralaba.

Berdasarkan laporan International Franchise Association yang berjudul Franchise Business Economic Outlook. Laporan tersebut menyatakan stabilitas ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan belanja konsumen menunjukkan sinyal positif.

Franchise di seluruh dunia tumbuh sekitar 2,6 persen ditambah International Monetary Fund juga memberikan laporan positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Meski secara global IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi hanya berkisar 3,7 persen, beberapa negara termasuk Indonesia diprediksi memiliki pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen.

"Daya tarik tersendiri bagi para pelaku waralaba asing untuk membuka bisnis di Indonesia karena menjanjikan," ujar dia di Jakarta, belum lama ini.

Ketertarikan waralaba asing untuk masuk ke Indonesia terlihat dari kerja sama yang telah dilakukan oleh Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) dengan Korea Franchise Association (KFA).

AFI dan KFA bekerja sama mengadakan International Franchise, License and Business Concept Expo and Conference (IFRA). Sebanyak 10 perusahaan waralaba Korea ikut meramaikan IFRA 2019. AFI berharap kerja sama ini juga akan membuka peluang pewaralaba Indonesia untuk membuka franchise di Korea. Selain Korea, beberapa negara lain yang ikut berpartisipasi pada IFRA 2019 adalah Filipina, Hong Kong, dan Singapura. Dari sisi produk, sektor makanan dan minuman masih mendominasi industri waralaba.

Andrew menyatakan peluang bisnis di sektor makanan dan minuman masih sangat besar. Masih banyak wilayah di Indonesia yang bisa dijangkau untuk mengembangkan bisnis waralaba. Pertumbuhan ekonomi dan perbaikan infrastruktur ikut berperan dalam mendorong pertumbuhan ini.

Pameran IFRA 2019 juga didukung Dyandra Promosindo dan dilaksanakan dari 5-7 Juli 2019 di Jiexpo. IFRA menawarkan banyak peluang bisnis bagi calon pengusaha waralaba. Pengunjung bisa mendapatkan peluang di berbagai sektor atau kategori waralaba dengan nilai investasi yang cukup fleksibel.

IFRA 2019 menampilkan program-program menarik di Main Stage pada hari kedua antara lain talkshow mengenai peluang bisnis waralaba di bidang pendidikan yang dibawakan oleh Infinity Space, konsultasi bisnis fengshui dari Whee, tips kecantikan dari Martha Tilaar, dan membahas peluang bisnis air minum dari GO Flow.



Sumber: Suara Pembaruan