Kemdag Jamin Harga Ayam Potong Kembali Normal

Kemdag Jamin Harga Ayam Potong Kembali Normal
Ilustrasi ayam potong. ( Foto: Antara )
Ridho Syukro / FER Senin, 8 Juli 2019 | 14:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Harga ayam potong yang sempat terpuruk terus membaik karena serapan yang lancar. Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) bahkan memprediksi minggu depan harga ayam sudah bisa kembali ke kisaran harga referensi yang ditetapkan pemerintah.

Ketua Umum Pinsar, Singgih Januratmoko mengapresiasi langkah Kementerian Perdagangan (Kemdag) yang mendorong penyerapan ayam potong bagi kalangan ritel. Pihaknya meyakini langkah ini membantu harga ayam bisa terus membaik ke depannya.

"Memang lumayanlah. Semua full speed. Serapannya ramai," ujar Singgih Januratmoko dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (8/7/2019).

Singgih menjelaskan, kondisi jatuhnya harga ayam sudah mulai terasa sejak September 2018. Penyebabnya karena adanya oversupply. Namun saat ini, harga ayam sudah mulai menyentuh ke angka Rp 15.000 hingga Rp 16.000 di Pulau Jawa.

"Harapannya dengan upaya tambahan terkait penyerapan ayam, harga ayam potong bisa kembali menyentuh harga referensi," kata Singgih.

Kemdag sebenarnya mengatur harga ayam potong di kisaran Rp 18.000 hingga Rp 20.000. Penetapan tersebut tertuang dalam Permendag Nomor 96 Tahun 2018.

Singgih berharap, harga ayam potong bisa kembali menyentuh harga referensi guna menutupi biaya produksi yang tinggi. Pasalnya, biaya produksi ayam potong disebut mencapai Rp 18.500 hingga Rp 19.000 per kilogram (kg). Tingginya biaya produksi sendiri dikarenakan harga jagung yang dirasa masih mahal di kisaran Rp4.500 per kg.

"Insayaallah minggu depan bisa ke harga referensi," harap Singgih.

Untuk menaikkan harga ayam agar tidak merugikan petenak, Kemdag telah meminta kementerian dan instansi untuk menyerap pasokan daging ayam ras potong dari peternak. Tidak hanya itu, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) pun didorong melakukan hal yang sama.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemdag, Tjahya Widayanti, mengatakan upaya lain yang dilakukan untuk mendongkrak harga ayam yaitu dengan menggelar bazar daging ayam ras di lingkungan Kemdag. Di mana harga jualnya di tingkat konsumen sebesar Rp 32.000 per kg. Kemdag juga mengimbau kementerian dan instansi lain turut menggelar bazar serupa.

"Kami juga meminta komitmen dari para pelaku usaha perunggasan untuk mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah sehingga kondisi ini tidak terulang kembali di masa mendatang," ujar Tjahya.

Tjahya menjelaskan, menurunnya harga ayam ras potong di tingkat peternak merupakan cerminan dari kondisi keseimbangan persediaan dan permintaan yang terjadi saat ini. Berdasarkan pantauan Kemdag, saat ini cold storage yang dimiliki masing-masing rumah potong ayam (RPA) dalam kondisi penuh.

"Sebagian besar RPA bahkan harus menyewa cold storage baru untuk menyimpan karkas beku. Kondisi seperti ini belum pernah terjadi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir," tegas Tjahya.



Sumber: Investor Daily