Pelabuhan BMS Berencana Tambah Fasilitas Bongkar Muat

Pelabuhan BMS Berencana Tambah Fasilitas Bongkar Muat
Direktur Utama PT Berlian Manyar Sejahtera (BMS), Daru Julianto Wicaksono, saat memaparkan kinerja Pelabuhan BMS di depan 115 perwakilan Industri Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) di Java Integrated Industiral and Port Estate (JIIPE) Manyar, Gresik. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Amrozi Amenan / FER Kamis, 11 Juli 2019 | 22:47 WIB

Gresik, Beritasatu.com - PT Berlian Manyar Sejahtera (BMS) akan menambah fasilitas bongkar muat di dermaga Pelabuhan BMS di Manyar, Gresik, Jawa Timur, karena peningkatan arus barang di pelabuhan itu.

Direktur Utama BMS, Daru Julianto Wicaksono, mengatakan dengan produksi sandar kapal di dermaga BMS sekarang yang mencapai 1,6 juta ton per tahun. Kemudian, ketersedian fasilitas 2 tambatan, crane kapal serta grabe-hopper, BMS berencana menambah fasilitas bongkar muat pada tahun 2022, yakni 4 unit RMPC (Railed Mobile Portal Crane) dan 2 tambatan.

"Dengan rencana penambahan fasilitas tersebut, maka pada 2022 diperkirakan kapasitas okupansi akan menjadi 5,4 juta ton," kata Daru, di Gresik, Kamis (11/7/2019).

Daru menjelaskan, okupansi dermaga (BOR) saat ini di pelabuhan BMS rata-rata mencapai 54,7 persen, atau terhitung sejak 2016 hingga 2018 mencapai sebesar 56 persen. Mengacu pada Standar UNCTAD (United Nations Conference on Trade and Development) tentang pedoman keterisian dermaga curah kering, bila keterisian dermada telah mencapai batas maksimum 60 persen maka dianjurkan untuk membangun tambahan dermaga agar dapat menjaga performa secara stabil. Selain itu, keterisian dermaga yang melampaui 60 persen akan menyebabkan waktu kapal yang akan sandar semakin tinggi.

"Diharapkan, realisasi ekspansi dermaga tersebut ke depan akan dapat memperlancar Arus Logistik Nasional (ARN) seperti yang dicanangkan oleh PT Pelindo III, di mana keberadaan pelabuhan seperti Pelabuhan BMS ini merupakan bagian terpenting dari konektivitas arus barang di wilayah Indonesia,” terangnya.

Daru memaparkan, kinerja pelayanan usaha bongkat muat barang (stevedoring) baik luar negeri maupun dalam negeri khususnya curah kering di Pelabuhan BMS mengalami peningkatan cukup signifikan dalam 3 tahun terakhir. Performa curah kering di Pelabuhan BMS tertinggi pada tahun 2018 sebanyak 6.096 ton.

"Kenaikan ini disebabkan oleh kenaikan bongkar muat Fertilizer/MOP sebanyak 444.435 ton dan Gandum sebesar 1.253.995 ton selama 3 tahun terakhir," jelasnya.

Daru menambahkan, berdasarkan asal barang, Pelabuhan BMS masih didominasi oleh kapal berbendera asing yang membawa barang barang impor terutama curah kering. Dari segi produktivitas, arus barang masih mengalami pasang surut sejak beorperasinya pelabuhan BMS pada 2016. Dimana pada 2016 arus barang tercatat sebanyak 438.343 ton, namun pada 2017 naik hingga 1,3 juta ton dan turun menjadi 1,05 juta pada tahun 2018.

"Tahun ini kita harapkan ada kenaikan dibandingkan tahun lalu," pungkas Daru.



Sumber: Investor Daily