SPIL Buka Rute Baru ke Teluk Bintuni dan Kendari

SPIL Buka Rute Baru ke Teluk Bintuni dan Kendari
Kapal KM Oriental Ruby milik PT SPIL sebelum bertolak dari pelabuhan di Surabaya untuk berlayar di rute pelayaran baru Surabaya-Teluk Bintuni. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Amrozi Amenan / FER Kamis, 11 Juli 2019 | 22:55 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) membuka rute baru pelayaran yang melayani pengiriman di daerah Sulawesi dan Papua. Pembukaan rute baru ini untuk memperkuat penetrasi pasar sekaligus mendukung upaya mendongkrak pertumbuhan perekonomian di kawasan Indonesia Timur.

National Sales Manager PT SPIL, Albertus Hartanto, mengatakan pada tahun ini SPIL menargetkan pembukaan rute playaran baru. Sehingga, total rute pelayaran yang akan dilayani sampai akhir 2019 nanti, sebanyak 38 rute pelayaran. Satu rute pelayaran baru mulai dibuka pada akhir Mei 2019 lalu adalah Surabaya-Kendari.

"Saat ini kapal KM Oriental Ruby baru saja berlayar untuk membuka jalur baru, yaitu rute Surabaya-Teluk Bintuni,” kata Albert di Surabaya, Kamis (11/7/2019).

Albert mengatakan, sebelum pelayaran perdana kapal tersebut akan tiba di Teluk Bintuni pada 20 Juli 2019 mendatang, terlebih dulu akan menyinggahi beberapa pelabuhan, diantaranya adalah pelabuhan Sorong di Papua Barat. Kapal yang beroperasi di rute baru ini akan berlayar secara reguler dari Surabaya setiap minggu.

"SPIL merupakan kapal kargo kontainer pertama yang sandar di pelabuhan Teluk Bintuni, dimana sebelumnya hanya kapal curah dan kapal penumpang saja yang menyinggahinya. Dengan pelayanan pengiriman yang konsisten, SPIL berusaha untuk turut membantu kelancaran jalur distribusi ke Indonesia timur," terang Albert.

Menurut Albert, pengembangan rute baru ke kawasan Indonesia timur tersebut lebih karena dukungan SPIL pada upaya pengembangan perekonomian Indonesia timur kedepan. Sehingga, prediksi Bank Indonesia terhadap pertumbuhan ekonomi di kawasan Papua Barat pada 2019 yang akan mengalami penurunan menjadi 4 persen, dari sebelumnya sebesar 6 persen di tahun 2018 tak menyurutkan SPIL untuk membuka rute baru tersebut. Apalagi, SPIL juga menganggap penurunan pertumbuhan tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh sektor migas. Sementara sektor non migas tidak mengalami perubahan.

"Hal inilah yang membuat kami optimistis bahwa industri logistik masih akan terus bertumbuh di wilayah Papua Barat, khususnya Teluk Bintuni,” tandas Albert.

Sikap optimisme itu diwujudkan melalui fokus kegiatan operasional SPIL dengan pembukaan pelabuhan perintis di wilayah Indonesia Timur sebagai upaya untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah yang berdampak terhadap penurunan biaya logistik dan mengurangi disparitas harga antar daerah.

"SPIL selalu berkomitmen menyediakan solusi terpadu yang menjamin pengiriman secara aman dan on-time shipping delivery dengan dukungan layanan pelayaran yang inovatif, kompetitif dan handal di Indonesia," pungkas Albert.

 



Sumber: Investor Daily