Jangan Ada Intervensi untuk Jaga Muruah Garuda

Jangan Ada Intervensi untuk Jaga Muruah Garuda
Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal ( Foto: beritasatu photo / defrizal )
Yustinus Paat / AO Jumat, 12 Juli 2019 | 08:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Peneliti Indonesia Publik Institut Karyono Wibowo mengatakan, Garuda Indonesia merupakan maskapai penerbangan nasional yang mumpuni. Menurut dia, Garuda Indonesia adalah simbol penerbangan nasional yang membawa nama negara.

"Oleh karean itu, muruah Garuda Indonesia harus dijaga. Hentikan cara-cara mengusik maskapai nasional yang membawa nama negara itu," kata Karyono di Jakarta, Jumat (12/7). Karyono mengingatkan agar tidak ada pihak-pihak yang mengganggu kerja Garuda Indonesia.

Garuda Indonesia, kata dia, bukan penerbangan swasta, melainkan badan usaha milik negara (BUMN. "Apalagi, Garuda Indonesia melayani rute penerbangan internasional. Posisi Garuda harus diperkuat," ujar dia.

Di sisi lain, lanjut Karyono, Garuda Indonesia tentu berupaya meningkatkan kinerjanya, apalagi dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Berbagai terobosan, termasuk digitalisasi sudah sepatutnya dilakukan sepanjang on the right track dengan regulasi penerbangan.

"Langkah Garuda Indonesia bekerja sama dengan PT Mahata Aero Teknologi justru harus diapresiasi. Bukan malah dihalangi apalagi dibatalkan. Ini jelas salah kaprah dan malah bentuk intervensi corporate action yang akan menghancurkan kredibilitas dan masa depan Garuda," ungkap dia.

Karena itu, menurut Karyono, memperkuat Garuda Indonesia merupakan keniscayaan. Muruah Garuda Indonesia, kata dia wajib dipertahankan khususnya menghadapi liberalisasi segala bidang, termasuk penerbangan. Berbagai terobosan out of the box yang dilakukan wajib didukung.

"Jangan ada pihak di luar negara yang mencoba bermain di air keruh, mengeruk untung secara terselubung di dalam korporasi Garuda. Ini jelas cara-cara yang tidak patut dan akan menjadi catatan kelam perjalanan BUMN kebanggaan bangsa ini," katabKaryono.



Sumber: BeritaSatu.com