Jokowi Buka Pameran Karya Kreatif Indonesia

Jokowi Buka Pameran Karya Kreatif Indonesia
Presiden Joko Widodo. ( Foto: Antara/Puspa Perwitasari )
Triyan Pangastuti / WBP Jumat, 12 Juli 2019 | 11:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi membuka pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2019 dengan tema "Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui UMKM Go Export dan Go Digital" yang digelar Bank Indonesia (BI) di Jakarta Covention Center (JCC), Jumat (12/7/2019).

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pameran Karya Kreatif Indonesia 2019 saya nyatakan dibuka," ujar Jokowi saat melakukan pembukaan KKI, di JCC, Jakarta.

Dalam acara ini, hadir Gubernur BI Perry Warjiyo dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf. Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2019 rutin digelar setiap tahun dengan menampilkan beragam pameran seperti kain khas Indonesia, dan kuliner, yang merupakan Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) binaan BI. Untuk tahun ini KKI berlangsung 12 -14 Juli 2019.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan UMKM harus dikembangkan tidak hanya di tingkat daerah, melainkan nasional. Selain itu, UMKM binaan BI saat ini banyak yang masuk pangsa ekspor dan diarahkan go digital dengan platform e-commerce. Tercatat ada 355 UMKM yang nilainya Rp 32 miliar telah disambungkan via go digital.

"UMKM kita tidak hanya sudah ekspor dan go digital, tetapi juga sudah memasarkan dalam e-commerce, Instagram, Facebook, dan Twitter. Lalu sudah disambungkan ke platform e-commerce. Terima kasih e-commerce yang sudah mendukung" tutur Perry Warjiyo.

Perry Warjiyo mengatakan, berdasarkan data BI, ada 898 UMKM dari 46 kantor BI di seluruh Indonesia. Dari total 898 UMKM, sebanyak 370 UMKM turut hadir memamerkan produknya dalam acara KKI.

Selain diberi pembinaan, UMKM juga mendapat pembiayaan melalui perbankan. Tercatat 173 UMKM telah mendapat kucuran pendanaan, sedangkan yang sudah ekspor 91 UMKM dengan nilai Rp 1,4 triliun dalam setahun terakhir.

"Pertama pilih 370 dari 898 UMKM itu terbaik dan produk unggulan dan pilihan, dengan produk kualitasnya sangat bagus, tapi jelas harganya harga pengrajin. Dari 370, 170 UMKM kain pakaian, dan 88 UMKM untuk keterampilan dan 150 UMKM makanan yang siap ekspor termasuk kopi berbagai daerah," tutur Perry Warjiyo.

Soal pelaksanaan KKI tahun ini, Perry Warjiyo mengatakan ajang ini mempertemukan UMKM berorientasi ekspor dengan para perbankan. "30 UMKM akan lakukan bisnis matching dengan platform digital e-commerce dan fintech (financial technology) " ujar Perry Warjiyo.

Untuk pelaksanaan tahun ini, Perry menuturkan bahwa pelaksanaan KKI mendorong kemudahan khususnya terkait sistem pembayaran yang tidak perlu menggunakan uang tunai, melainkan kartu debit dan kartu kredit serta pembayaran online menggunakan QR Indonesia.



Sumber: Investor Daily