Pertamina EP Dukung Pengembangan Pertanian Organik di Blora

Pertamina EP Dukung Pengembangan Pertanian Organik di Blora
Wakil Bupati Blora, Arief Rohman, saat menghadiri kegiatan CSR Pertamina 'Pelatihan Pertanian Sehat ramah lingkungan berkelanjutan (PSRLB) tahap kedua' dan menyerahkan alat pencacah kompos kepada kelompok tani di Balai Desa Bajo, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Amrozi Amenan / FER Sabtu, 13 Juli 2019 | 19:14 WIB

Blora, Beritasatu.com - Pertamina EP Asset 4 Field Cepu melanjutkan program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa pelatihan pertanian sehat ramah lingkungan berkelanjutan (PSRLB) tahap kedua di Desa Bajo, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah (Jateng).

Gelaran PSRLB tahap kedua tersebut tak lepas dari animo masyarakat atas keberhasilan pertanian SRI organik yang merupakan hasil pencapaian PSRLB tahap pertama.

Masyarakat yang berhasil mengembangkan pertanian Sri organik dan memetik manfaatnya juga semakin meluas, tidak hanya di Desa Bajo, melainkan juga di lima desa lainnya yakni, Desa Tanjung, Desa Sogo, Desa Ngraho, Desa Wado Kecamatan Kedungtuban dan Desa Sumber Kecamatan Kradenan dengan jumlah peserta sebanyak 45 orang.

Wakil Bupati Blora, Arief Rohman, yang menyampaikan ketertarikannya dengan pelaksanaan program CSR Pertamina, menyempatkan hadir dan menyaksikan sendiri kegiatan PSRLB tahap kedua yang berlangsung selama 4 hari di Balai Desa Bajo.

"Saya berterima kasih kepada Pertamina dengan program CSR-nya yang banyak memberikan ilmu dan pengetahuan untuk masyarakat di Kabupaten Blora ini. Kami pun akan fokus dan bertanggung jawab untuk memajukan pertanian SRI organik,” ungkap Arief, di Blora, Sabtu (13/7/2019).

Arief mengaku senang bisa melihat warga begitu bersemangat untuk melestarikan lingkungan dengan pertanian SRI organik dan mengajak berdialog dengan warga seputar kegiatan CSR Pertamina.

"Perkembangannya sangat pesat. Bahkan, saya tidak pernah mendapat informasi yang detail seperti ini terkait kelebihan pertanian organik kalau bukan dari Bapak Ibu semua yang menerangkan kepada saya," ungkap Arief sembari menanyakan kepada warga tentang dukungan yang bisa diberikan Pemkab Blora untuk program CSR tersebut.

Ketua Kelompok Bina Alamsri, Surat, mengatakan, pihaknya membutuhkan dukungan legalitas untuk kelompok Bina Alamsri.

"Kami juga butuh fasilitas uji laboratorium organik terkait produk yang dihasilkan selain beras juga ada tanaman obat keluarga agar mendapat P-IRT dari Dinas Kesehatan," kata Surat.

Surat menuturkan, awalnya warga sempat pesimistis dengan program yang digelontorkan oleh Pertamina itu, karena sebelumnya pertanian organik dipahaminya sebagai pertanian yang mahal dan sulit.

"Namun setelah setahun mengikuti program CSR Pertamina dan merasakan banyak manfaatnya, ia dan warga lain di kelompoknya semakin gigih untuk menggalakkan pertanian SRI organik," tegas Surat.

Arief pun menanggapi permintaan warga dan menegaskan Pemkab Blora akan segera menindak lanjutinya. Menurutnya, pemasaran juga menjadi poin penting, karena akan menjadi hal yang tidak baik apabila hulu sudah berjalan namun hilirnya tidak berjalan semestinya.

"Kami berharap dan usahakan agar produk beras organik ini kedepan dapat dikonsumsi sampai wilayah Blora, Jawa Tengah hingga ekspor keluar negeri," tandas Arief.

Pada saat yang sama, dilakukan pemberian alat pencacah kompos kepada Kelompok Bina Alamsri yang sudah mengikuti pelatihan PSRLB tahap 1 guna percepatan produksi pupuk organik.

Perwakilan Pertamina, Alev Hildan, menyampaikan rasa syukurnya karena program CSR Pertamina dapat bermanfaat bagi warga sekitar.

"Alhamdulillah. Ini akan berdampak positif dan akan dikembangkan di desa-desa lain sehingga Bajo akan menjadi pusat belajar pertanian organik," kata Alev.

Sementara itu, Cepu Field Manager, Afwan Daroni,mengatakan, pihaknya berharap agar kelompok petani semakin kompak dalam memajukan pertanian di Blora. "Semoga produktifitas pertanian dan ekonomi masyarakat juga semakin meningkat," kata Afwan.



Sumber: Investor Daily