Hadapi Industri 4.0, Pekerja Harus Meningkatkan Keahlian

Hadapi Industri 4.0, Pekerja Harus Meningkatkan Keahlian
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan, Bambang Satrio Lelono (ketiga dari kiri)dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema”Meningkatkan Daya Saing Nasional Melalui Pelatihan Vokasi” di Jakarta, Selasa (16/7/2019). ( Foto: beritasatu.com / Edi Hardum )
Siprianus Edi Hardum / EHD Selasa, 16 Juli 2019 | 00:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan, Bambang Satrio Lelono mengingatkan kepada semua pihak terutama pekerja agar siap menghadapi revolusi industri 4.0 yang semakin mencuat perkembangannya dewasa ini. “Semua pekerja harus meng-upgrade diri, meningkatkan skill,” kata dia.

Bambang mengatakan itu dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema”Meningkatkan Daya Saing Nasional Melalui Pelatihan Vokasi” di Jakarta, Selasa (16/7/2019). "Revolusi industri generasi keempat begitu cepat. Kita harus memakanai, khususnya tentang kecepatan perubahannya," ungkap Bambang.

Revolusi industri 4.0, kata Bambang, menjadikan semua pihak, baik itu masyarakat, pengusaha dan pemerintah untuk terus melalukan peningkatkan kemampuan diri masing-masing. Terlebih, yang berkaitan dengan dunia usaha dan lapangan pekerjaan.

"Artinya bahwa ke depan, industri akan makin berkembang pesat. Mau tidak mau akan mengurangi beberapa pekerjaan dan juga menumbuhkan pekerjaan-pekerjaan baru," ucap dia.

Oleh karena itu, pihaknya terus mencetuskan beberapa progam yang dapat mengakomodasi para pencari kerja untuk menyesuaikan kemampuan diri dengan perkembangan industri 4.0. "Konsep triple skilling guna mengatasi ketimpangan skill angkatan kerja Indonesia," paparnya.

 



Sumber: BeritaSatu.com