Antisipasi Panen Raya Cabe, Kemtan Siapkan Proses Hilirisasi

Antisipasi Panen Raya Cabe, Kemtan Siapkan Proses Hilirisasi
Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Yasid Taufik dan Perwakilan CV Bawang Mas 99 dan PT Sian Liep Bumi Persada, Aman Buana Putra saat pelepasan ekspor 1.000 ton bawang merah dan 500 ton jahe di Surabaya, Selasa (16/7/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Amrozi Amenan )
Amrozi Amenan / FER Selasa, 16 Juli 2019 | 20:39 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Kementerian Pertanian (Kemtan) kini sedang menyiapkan proses hilirisasi guna mengantisipasi jatuhnya harga cabe saat panen raya yang diperkirakan mulai 25 Juli hingga menjelang hari Raya Iduladha mendatang.

Direktur Jenderal Hortikultura Kemtan, Suwandi, mengatakan, sejak dua minggu lalu petani cabe di beberapa sentra produksi cabe sudah mulai panen dan diperkirakan akan terjadi panen mulai 25 Juli 2019 hingga hari Iduladha nanti.

"Ini mau panen raya di beberapa sentra. Kemtan pun sekarang ini justru sedang mengantisipasi supaya harga cabe tidak jatuh saat panen raya nanti. Kita menyiapkan hilirisasi, pengolahan, dikeringkan kemudian membangun kemitraan dengan industri,” kata Suwandi saat pelepasan ekspor bawang merah dan jahe di Surabaya, Selasa (16/7/2019).

Suwandi menyebut ada 28 sentra cabe yang kini mulai panen dan akan segera menemui panen raya. Seperti beberapa sentra di Jawa Timur (Jatim), yakni Kediri, Blitar, Malang, Jember dan Banyuwangi. Kemudian di Jawa Tengah (Jateng) seperti di Brebes.

"Sebentar lagi cabe akan surplus di Jawa. Makanya kita harus hilirisasi supaya petani masih bisa menikmati keuntungannya," ujar Suwandi.

Menurut Suwandi, BEP untuk penanaman cabe sangat bergantung beberapa efisiensi yang dicapai oleh petani. Namun, dengan kisaran harga cabe Rp 10.000 hingga Rp 11.000 per kilogram (kg), petani sudah menemui BEP. Apalagi kalau bisa diatas harga tersebut.

"Saat ini tidak ada impor cabe segar. Namun, impor hanya pada cabe kering dan kita mengatur kompetisinya dengan cabe segar," tegas Suwandi.



Sumber: Investor Daily