Junjung Tinggi HAM, Astra Agro Raih Penghargaan FIHRRST

Junjung Tinggi HAM, Astra Agro Raih Penghargaan FIHRRST
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, berfoto bersama di sela-sela pemberian penghargaan kepada 10 perusahaan publik yang termasuk dalam indeks KOMPAS 100 periode bulan Februari-Juli 2018. (Sumber: Tribunnews)
L Gora Kunjana / AO Rabu, 17 Juli 2019 | 13:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Lantaran memiliki kebijakan yang menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM), yakni memenuhi hak ketenagakerjaan hingga penyelesaian sengketa antara perusahaan dengan masyarakat, PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) meraih penghargaan sebagai 10 perusahaan dengan kinerja HAM terbaik. Penghargaan itu dianugerahkan oleh Foundation for International Human Rights Reporting Standards (FIHRRST).

Penghargaan diserahkan dalam acara bertajuk "Peluncuran Hasil Studi Pemeringkatan Penghormatan HAM terhadap 100 Perusahaan di Indonesia" oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly di Jakarta, Selasa (16/7/19).

Ketua FIHRRST, Marzuki Darusman dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Rabu (17/7/2019), menyebutkan, Astra Agro unggul di antara 100 perusahaan publik yang diseleksi FIHRRST. sebanyak 100 perusahaan tersebut merupakan yang masuk dalam indeks Kompas 100 periode Februari-Juli 2018.

Saat menerima penghargaan, Direktur Astra Agro, M Hadi Sugeng menyatakan, pihaknya menjalankan kebijakan keberlanjutan dalam operasional perusahaan. Astra Agro juga menerapkan standar "Astra Green Company" yang memuat sistem manajemen pengelolaan lingkungan, keselamatan, dan kesehatan kerja sesuai ketaatan terhadap undang-undang dan peraturan yang berlaku.

“Faktor keselamatan atau zero accident kami wujudkan dengan meminimalkankan tindakan atau perilaku tidak aman dan berupaya meniadakan kondisi tempat kerja tidak aman untuk mencegah kecelakaan kerja. Kami juga mencantumkan faktor keselamatan pada KPI sehingga menjadi bobot penilaian kinerja,” tuturnya.

Hadi Sugeng melanjutkan, Astra Agro berfokus kepada empat pilar CSR yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta lingkungan. Secara konsisten membangun hubungan harmonis antara perusahaan dan pemangku kepentingan dengan mendukung pengembangan masyarakat melalui program CSR serta menyediakan sarana prasarana kepada karyawan serta masyarakat sekitar perkebunan, seperti diantaranya tempat ibadah, posyandu, dan sekolah.

Sementara itu, Menkumham Yasonna H Laoly dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada perusahaan penetima penghargaan. Yasonna berharap agar studi dapat disinergikan dengan kebijakan pemerintah pada masa mendatang.

"Upaya FIHRRST dalam melakukan studi pemeringkatan terhadap 100 perusahaan publik ini patut mendapat apresiasi. Diharapkan ke depannya studi ini dapat disenergikan dengan program pemerintah untuk menggapai pertumbuhan ekonomi yang mensejahterakan rakyat. Kemkumham sedang menyusun MoU dengan FIHRRST dalam konteks bisnis dan HAM," tutupnya.



Sumber: Investor Daily