Pengunggah Foto Menu Garuda Tunangan Pramugari Singapore Airlines

Pengunggah Foto Menu Garuda Tunangan Pramugari Singapore Airlines
Rius Vernandes dalam foto di akun Instagram @rius.vernandes. ( Foto: Instagram )
Carlos KY Paath / HA Rabu, 17 Juli 2019 | 19:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pihak Garuda Indonesia telah melaporkan YouTuber Rius Vernandes dan tunangannya, Elwiyana Monica, ke polisi.

Keduanya dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik karena melalui akun Instagram-nya, @rius.vernandes, Rius mengunggah Insta Story soal menu makanan yang ditulis tangan di kelas bisnis Garuda Indonesia, pada 13 Juli lalu.

Menurut Sekretaris Jenderal Masyarakar Sadar Wisata (Masata), Andi Azwan, unggahan Rius memang kurang bijak. Ditambah, tunangan Rius merupakan pramugari di di maskapai penerbangan Singapore Airlines (SQ).

“Elwiyana ternyata bekerja sebagai pramugari di maskapai penerbangan SQ. Rius juga disinyalir Key Opinion Leaders (KOL) maskapai nasional negara lain. Sulit rasanya membayangkan Rius bakal objektif melakukan review penerbangan jika benar dia bekerja di maskapai luar Indonesia,” kata Andi.

Hal itu disampaikan Andi dalam keterangan yang diterima Beritasatu.com, Rabu (17/7).

“Postingan Rius kurang bijak. Jangan lah kita mencari popularitas dari kekurangan pihak tertentu dengan alasan hak konsumen lakukan kritik,” tegas Andi.

“Kalau memang Rius atau Elwiyana merasa ada kejanggalan, sampaikan sesuai jalur apalagi kalau yang bersangkutan cinta Garuda beri masukan langsung. Bukan mengumbar sesukanya di media sosial.”

Untuk diketahui, Rius juga mengunggah video penjelasan di kanal YouTube dengan judul 'Yang Sebenarnya Terjadi di Balik Menu Tulisan Tangan Garuda Businees Class'. Dalam video berdurasi 21 menit 7 detik itu, yang kami tautkan di bagian akhir berita ini, Elwiyana terlihat duduk di sebelah lorong, sedangkan Rius di pinggir jendela.

“Saya sudah nonton video itu. Secara khusus saya menyoroti beberapa ucapan Elwiyana tatkala Rius merekam video. Misalnya, “Oh berarti emang gak ada (menu),” celetuk Elwiyana, saat awak kabin membagikan menu di kertas bertulis tangan kepada penumpang lain,” ucap Andi.

Giliran tiba di bangku Rius dan Elwiyana, lanjut Andi, Elwiyana yang memegang kertas menu bertulis tangan. Rius menyorot menu tersebut. “Coba kita lihat dan dengar, pramugari sudah minta maaf ke Rius dan Elwiyana soal menu yang ditulis tangan, karena, dalam proses pencetakan,” imbuh Andi.

Menurut Andi, Elwiyana juga sempat berkomentar ke Rius. “Gue mikirnya gini, 'anjir business class masak enggak ada menu sih, pakai kartu tulisan tangan'. Tapi waktu cabin crew-nya approach untuk menjelaskan lagi printing, di situ gue merasa kehangatannya. Human touch tuh tetap lebih penting. Daripada lo punya menu tapi judes banget”,” ungkap Andi mengutip pernyataan Elwiyana.

Baca juga: Garuda Perbolehkan Penumpang Berfoto dalam Pesawat

Selanjutnya, Andi menyatakan, Elwiyana memang mengaku tak kecewa dengan Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional Indonesia. Meski begitu, Andi mengatakan, Elwiyana kembali menekankan pentingnya kartu menu. “Bagi saya, hal ini tidak etis. Bagaimana pun, Elwiyana itu pramugari SQ,” tukas Andi.

Andi menambahkan, di video YouTube, Rius juga terang-terangan kecewa atas menu bertulis tangan, termasuk habisnya stok wine. Khusus mengenai menu, masih kata Andi, Rius membandingkan pengalamannya saat menumpangi sejumlah maskapai penerbangan internasional.

“Rius menilai, kartu menu enggak seharusnya lagi dalam pencetakan. Sedangkan di Instagram-nya, Rius memberikan tanda tepuk jidat. Asumsi saya, Rius menganggap tak adanya kartu menu adalah kekonyolan,” tegas Andi.

Rius kini dipanggil kepolisian sebagai saksi untuk diminta keterangannya, Rabu (17/7). Namun, kabarnya Rius meminta penundaan pemeriksaan hingga Selasa (23/7).

“Di akun Instagramnya memang Rius membantah melakukan pencemaran nama baik,” ungkap Andi.

Andi pun menyebut, “Besar harapan agar pihak kepolisian menelusuri motif dari konten yang dibuat Rius. Baik di akun Instagram maupun YouTube. Ini mengacu latar belakang Rius dan Elwiyana. Jangan sampai konten itu ternyata terafiliasi dengan pesaing bisnis. Sebab nanti patut diduga, ada indikasi bagian dari persaingan bisnis penerbangan.”

Di akun Instagram, Rius mendapat dukungan dari sejumlah pengikutnya.

Misalnya ketika mengunggah foto seperti dalam berita ini, pemilik akun @amirilarifin berkomentar: "Garuda lebay dan baper. Lagian dia cuma bilang "lebih enak masakan lain drpd masakan garuda", bukan bilang "makanan garuda beracun/basi". Ingat ya, "enak" itu relatif, bukan pencemaran nama baik. Sama kayak gua bilang "enakan masakan ibu gua di kampung daripada masakan restoran bintang 5 manapun. " Itu konteksnya preferensi personal aja. Garuda gak usah baper lah."



Sumber: BeritaSatu.com