Menperin: Toyota dan Hyundai Berencana Investasi Mobil Listrik Rp 50 Triliun

Menperin: Toyota dan Hyundai Berencana Investasi Mobil Listrik Rp 50 Triliun
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla mengunjungi booth Toyota, di pameran GIIAS 2019 yang digelar di ICE BSD City, Tangerang, 18 Juli 2019 ( Foto: Beritasatu.com / Herman )
Herman / FMB Kamis, 18 Juli 2019 | 14:37 WIB

Tangerang, Beritasatu.com - Dalam roadmap pengembangan kendaraan bermotor nasional, pada 2025 mendatang ditargetkan produksi kendaraan roda empat emisi karbon rendah dan kendaraan listrik mencapai sekitar 20 persen dari total produksi nasional.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan, saat ini sedang dilakukan tahap finalisasi Rancangan Peraturan Presiden (RPP) tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai, dan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang PPnBM Kendaraan Bermotor, di mana dalam RPP tersebut besaran tarif PPnBM yang saat ini dihitung berdasarkan kapasitas mesin akan ditambahkan parameter penghitungan baru, yaitu konsumsi bahan bakar dan emisi CO2.

"Saat ini berdasar catatan saya sudah ada dua pabrikan besar yaitu Toyota dan Hyundai yang siap untuk berinvestasi di Indonesia, khususnya di sektor kendaraan listrik dengan nilai total investasi mencapai Rp 50 triliun untuk lima tahun yang akan datang. Tapi ini hanya awal, saya sudah mendapat informasi untuk komponen penunjang seperti baterai juga akan ada investasi baru, " kata Menperin, di pembukaan pameran GIIAS 2019, di ICE BSD, Tangerang, Kamis (18/7/2019).

Melihat progres tersebut, Menperin optimistis bahwa dalam waktu lima tahun yang akan datang, ditargetkan akan ada Rp 100 triliun investasi baru di sektor otomotif.

Industri otomotif nasional sejauh ini juga telah berkembang dengan baik dan memberikan kontribusi yang cukup besar bagi perekonomian nasional melalui penguatan investasi dan penyerapan tenaga kerja. Menperin menyebut produksi dan penjualan otomotif nasional sejak tahun 2013 telah mencapai rata-rata di atas 1,2 juta unit per tahun.

Produksi kendaraan bermotor roda empat atau lebih periode Januari sampai Mei 2019 tercatat sebesar 522.000 unit, di mana penjualan domestik sebesar 422 .000unit dan ekspor CBU sebesar 115.000 unit. Di samping itu, ekspor kendaraan CBU di tahun 2018 mencapai 250.000 unit dengan pangsa pasar sekitar 80 negara di dunia.

"Pada tahun ini, ekspor kendaraan CBU ditargetkan mencapai 400.000 unit dan diharapkan terus meningkat setiap tahunnya, sehingga pada tahun 2025 industri otomotif nasional dapat melakukan ekspor kendaraan CBU sebesar 1 juta unit," ujar Menperin.

Untuk mencapai target ekspor 1 juta unit pada tahun 2025, menurutnya diperlukan dukungan semua pihak terutama dalam hal peningkatan efisiensi produksi dan daya saing produk melalui implementasi industri 4.0, serta penciptaan iklim usaha yang kondusif melalui harmonisasi dan sinkronisasi regulasi di sektor otomotif.

"Yang tidak kalah pentingnya yaitu komitmen dari principal untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi yang berorientasi ekspor," ujar Menperin.



Sumber: BeritaSatu.com