Operator Telepon Asing Jual Kartu SIM Haji, Pemerintah Dinilai Kecolongan

Operator Telepon Asing Jual Kartu SIM Haji, Pemerintah Dinilai Kecolongan
Jemaah haji yang diberangkatkan Maktour bersiap melakukan tawaf wada. ( Foto: Freddy Kanto )
Unggul Wirawan / WIR Jumat, 19 Juli 2019 | 16:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Pascapemberlakuan postborder, banyak barang impor legal dan ilegal diperdagangkan bebas di Indonesia. Bahkan kartu SIM operator telepon asal Arab Saudi, Zain juga beredar.

Pihak operator Zain menggunakan modus pembagian kartu perdana kepada seluruh Jemaah Haji 2019 dan petugas haji yang hendak berangkat.

Mencermati praktik penjualan kartu SIM asing yang terbilang sistematis dan berpotensi melanggar UU perdagangan, Pengamat Telekomunikasi Ian Yoseph, prihatin.

"Sepertinya Kementerian Perdagangan kecolongan dengan berjualannya Zain di Indonesia. Jika Zain belum berizin dan sudah melakukan penjualan, sudah seharusnya pemerintah menindak tegas dengan menutup praktik penjualan mereka," ujar Ian kepada wartawan di Jakarta, Kamis (18/7).

Ian mengakui praktik penjualan yang dilakukan Zain tersebut memang tidak melanggar perundangan telekomunikasi yang ada. Namun dari sisi perdagangan, praktik yang dilakukan oleh Zain tersebut melanggar UU dan berpotensi merugikan negara.

Penjualan kartu perdana Zain akan membuat Indonesia kehilangan PPn dari paket yang dijual, PPh dan pendapat non pajak lainnya. Jika Zain merupakan penyelengara jasa telekomunikasi, negara bisa memunggut PNBP dari Jastel dan USO.

"Harusnya Kementerian Perdagangan bisa mengambil sikap yang tegas terhadap Zain. Harusnya mereka menjual SIM card harus dengan izin Kementerian Perdagangan. Selain itu SIM card yang dijual mereka kan impor. Apakah mereka bayar itu? Harusnya mereka membayar bea masuk impor, pajak maupun non pajak. Ini negara sudah dirugikan," papar Ian.

Selain negara, kata Ian, operator telekomunikasi di Indonesia juga dirugikan akibat praktik penjualan yang dilakukan Zain tersebut. Seluruh operator telekomunikasi Indonesia yang hendak melayani jemaah haji Indonesia sudah memiliki perjanjian roaming dengan operator telekomunikasi di Saudi.

Ian menambahkan penjualan yang dilakukan oleh Zain dengan paket sangat murah dan dilakukan di Indonesia, bisa dipastikan potensi pendapatan operator nasional dari musim haji dan umroh kali ini akan hilang.

Selain membagikan kartu perdana, para sales dari Zain juga menawarkan paket data yang sangat murah kepada petugas dan jamaah haji Indonesia

Hanya dengan Rp150.000, jemaah dan petugas haji Indonesia bisa mendapatkan kuota data 5 giga, 50 menit telpon, unlimited terima telepon tanpa batas.



Sumber: Suara Pembaruan