Progres PLTGU Muara Karang Peaker Sudah Capai 68,25%

Progres PLTGU Muara Karang Peaker Sudah Capai 68,25%
Jajaran stakeholder yang terlibat dalam proyek pembangunan PLTGU Muara Karang Peaker (400-500 MW), Jakarta Utara meninjau area Gas Turbine Mitsubishi Hitachi Power System (MHPS) M701 F5 yang terpasang resmi pada Senin (29/7/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta Barus )
Carlos Roy Fajarta / WBP Senin, 29 Juli 2019 | 14:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Progres pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Muara Karang Peaker (400-500 MW) sudah mencapai 68,25 persen. Adapun proyek yang dikerjakan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (UIP JBB) ini beroperasi secara komersial pada Maret 2020.

"Tercatat progres pembangunan per bulan Juni 2019 sudah mencapai 68,25 persen dari rencana 63,66 persen, sehingga ada ahead schedule 4,59 persen dari target," ujar General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (UIP JBB), Ratnasari Sjamsuddin, di Jakarta, Senin (29/7/2019).

Ratnasari Sjamsuddin menyebutkan proyek yang merupakan bagian 35.000 MW itu menjadi satu-satunya di Indonesia yang terpasang gas turbine Mitsubishi Hitachi Power System (MHPS) M701 F5 dengan teknologi dan efisiensi yang tinggi, serta ramah lingkungan. "Dengan percepatan pembangunan ini, diharapkan dapat meningkatkan keandalan listrik di Jawa Bali, khususnya DKI Jakarta dan Banten," kata Ratnasari Sjamsuddin dalam kegiatan ‘Gas Turbine On Base’ di lokasi proyek pembangunan.

Adapun target beroperasi secara komersial (comercial operation date/COD)pada Maret 2020. Dikatakan Ratnasari, backfeeding proyek yang dijadwalkan pada Desember 2019 dapat dilaksanakan pada November 2019 dengan kerja sama antara PLN dan kontaktor Consortium Mitsubishi Corporation – PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Sementara Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PT PLN (Persero), Haryanto WS menyebutkan gas turbine dari Mitsubishi Hitachi Power System (MHPS) M701 F5 ini sendiri, memiliki teknologi dan efisiensi yang tinggi, serta ramah lingkungan.

"Pembangunan proyek ini merupakan salah satu dari dua projects penting PLN di Jawa Bagian Barat, yakni di Tanjung Priok dan Lontar Banten. Ini kombinasi yang luar biasa untuk memenuhi kebutuhan listrik di Jakarta dan Jawa-Bali," ujar Haryanto.

Ia menyebutkan meski dalam pembangunan Proyek PLTGU Muara Karang Peaker seluas 3,75 hektare berada di lokasi eksisting memiliki risiko tinggi, namun berkat pengerjaan yang sesuai standar prosedur maka pembangunan dapat berjalan dengan aman dan lancar. "Nantinya transmisi 500 kV Looping Jakarta seksi Kembangan-Duri Kosambi-Muara Karang juga akan tersambung ke proyek ini," tambah Haryanto WS.



Sumber: Suara Pembaruan