Kemtan Berdayakan SDM Untuk Genjot Poduksi Sawit

Kemtan Berdayakan SDM Untuk Genjot Poduksi Sawit
Kepala Badan BPPSDMP, Dedy Nursyamsi. ( Foto: Dok )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Senin, 12 Agustus 2019 | 19:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pertanian (Kemtan) tengah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) di sektor agribisnis khususnya perkebunan kelapa sawit dalam rangka mewujudkan Indonesia menjadi negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia.

Hal ini untuk menindaklanjuti Peta Okupasi Sektor Pertanian yang disahkan oleh lima kementerian/lembaga yaitu Kementerian Pertanian, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker), Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pada April 2019 lalu.

"Penguatan SDM sejalan arahan Presiden Jokowi, dimana tahun ini pembangunan nasional berorientasi pada peningkatan SDM berbasis kompetensi," kata Kepala Badan Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (PPSDMP) Dedy Nursyamsi pada Konsensus Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Bidang Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan di Serpong, Senin (12/8/2019) seperti keterangan yang diterima redaksi.

Dedy Nursyamsi mengatakan langkah yang akan ditempuh Kementerian Pertanian agar produk kelapa sawit Indonesia makin diterima di level global adalah tetap mempertahankan keberlanjutan lingkungan. Lngkah ini perlu didukung ketersediaan SDM yang kompeten. “Pembangunan SDM jadi perhatian yang serius karena kita tidak bisa terus menerus mengandalkan sumber daya alam (SDA)," kata Dedy Nursyamsi.

Untuk menjawab tantangan tersebut ada empat hal yang perlu dibangun yaitu sistem standarisasi, pendidikan, pelatihan dan sertifikasi.

Sementara dia mengatakan, peta okupasi diharapkan dapat mempercepat penyelesaian Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) sebagai acuan lembaga pendidikan, pelatihan dan sertifikasi dalam mendukung kualitas lulusan pendidikan atau pelatihan yang menghasilkan SDM kompeten dan berdaya saing sesuai permintaan dunia usaha/dunia industri (Du/Di). "Peta jabatan dalam KKNI mendorong terciptanya link and match antara dunia pendidikan, pelatihan dan lembaga sertifikasi dengan Dunia usaha/ Dunia industri (Du/Di)," kata Dedy Nursyamsi.

Dedi Nursyamsi mengatakan, pihaknya akan menggenjot SDM sehingga produktivitas kelapa sawit meningkat. "Kuncinya harus kita genjot SDM agar menjadi pelaku agribisnis yang profesional, mandiri, andal, kompeten dan berdaya saing. Bagaimana menggenjotnya, tentunya melalui pendidikan, pelatihan dan sertifikasi kompetensi perkebunan kelapa sawit,” tegas Dedi Nursyamsi.

Dalam akhir arahannya, dia berharap KKNI dapat diaplikasikan di lembaga pendidikan, pelatihan dan sertifikasi agar Indonesia menjadi produsen kelapa sawit terbesar di dunia.



Sumber: BeritaSatu.com