Produk Waralaba Surabaya Tembus Pasar Mancanegara

Produk Waralaba Surabaya Tembus Pasar Mancanegara
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini bersama Ketua Kehormatan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Anang Sukandar dan pemilik waralaba lokal saat pembukaan pembukaan acara Pameran Rangkaian Nasional Info Franchise & Business Concept (IFBC) 2019 di Surabaya, Jumat (2/8/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Amrozi Amenan )
Amrozi Amenan / FER Jumat, 2 Agustus 2019 | 22:52 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Sejumlah produk waralaba asal Surabaya mampu menginspirasi produk waralaba lainnya karena tumbuh secara pesat di beberapa pelosok tanah air, bahkan menembus pasar mancanega.

Ketua Kehormatan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Anang Sukandar mengatakan, kemampuan produk waralaba asal Surabaya hingga bisa mencapai pasar ekspor itu menunjukkan produk lokal Indonesia memang memiliki keunggulan yang tidak bisa dipandang sebelah mata dan mampu bersaing dengan produk waralaba asing. Prestasi yang dicapai waralaba lokal dari Surabaya inilah yang diharapkan bisa juga dicapai oleh produk waralaba lokal lainnya.

"Kita ingin terus dorong agar produk lokal lainnya juga berkembang ke seluruh nusantara, bahkan sampai ekspor ke luar negeri,” kata Anang pada pembukaan acara Pameran Rangkaian Nasional Info Franchise & Business Concept (IFBC) 2019 di Surabaya, Jumat (2/8/2019).

Anang menyebut waralaba lokal Surabaya yang telah mampu berkembang pesat dan merambah pasar ekspor itu adalah Kebab Turki yang sudah memiliki 1.300 gerai, dimana sebanyak 1.200 gerai berkembang di berbagai pelosok tanah air dan seratus gerai tersebar di beberapa negara seperti Pilipina, Hongkong, Brunei Darusalam, Sri Langka, Bangladesh, Thailand, Belanda dan lainnya. "Inilah salah satu contoh waralaba lokal yang mampu membawa produk lokal ke pasar ekspor,” ujarnya.

Selanjutnya, ada juga Coffee Toffi yang telah mengembangkan 134 gerai, Air Minum Biru dengan 395 gerai dan Bakwan Malang Cak Man. Produk waralaba lokal Surabaya ini mampu berkembang tidak hanya di kota-kota di Jawa Timur tetapi juga ke beberapa kota di Indonesia. Seperti Bakwan Malang Cak Man, selain di Batu, Malang, Blitar, Surabaya dan Gresik, juga di Pekalongan dan bahkan ke Aceh.

Anang mengungkapkan, untuk sampai pada perkembangan yang sedemikian pesat di beberapa kota di Indonesia, selain karena ada kesungguhan dan pengelolaan yang bagus dari pemiliknya, juga karena ada dukungan dari masyarakat luas. Dukungan tersebut sangat diperlukan karena setiap perkembangan yang dicapai produk waralaba lokal selalu membuka lapangan pekerjaan.

"Kita membutuhkan lapangan pekerjaaan dan pertumbuhan produk lokal ini akan membuka lapangan pekerjaaan. Inilah mengapa waralaba lokal perlu terus kita dorong,” ujarnya.

Anang mencotohkan, Coffee Toffi yang dalam setiap pembukaan satu outletnya membutuhkan 15 orang karyawan. Dengan gerai yang dimilikinya sekarang, itu artinya Coffee Toffi kini telah menciptakan lapangan kerja bagi 2.010 orang. Begitu pula dengan Air Minum Biru yang memiliki 395 gerai dan Bakwan Malang Cak Man, dimana setiap satu gerai memperkerjakan sedikitnya 3 orang.

"Jadi pengembangan waralaba lokal ini membuka lapangan pekerjaaan yang memang sangat dibutuhkan negara kita sekarang," tegas Anang.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan, pihaknya berharap keberhasilan yang dicapai waralaba asal Surabaya itu bisa menginspirasi para pelaku bisnis rintisan untuk lebih bersemangat lagi berkreasi dalam menelurkan usaha-usaha baru yang juga bisa diwaralabakan. "Peluang itu pasti ada asalkan kerja keras dan usaha di-manage secara profesional,” tandasnya.

Risma mengaku sangat mendukung usaha waralaba karena mendukung perekonomian kota Surabaya. "Saya juga sudah mendorong UKM-UKM di Surabaya untuk bisa menjadi franchise di seluruh wilayah Surabaya, bahkan Jatim hingga Indonesia," kata Risma.



Sumber: Investor Daily