Waralaba Lokal Butuh Dukungan Pemerintah

Waralaba Lokal Butuh Dukungan Pemerintah
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini bersama Ketua Kehormatan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Anang Sukandar dan pemilik waralaba lokal saat pembukaan pembukaan acara Pameran Rangkaian Nasional Info Franchise & Business Concept (IFBC) 2019 di Surabaya, Jumat (2/8/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Amrozi Amenan )
Amrozi Amenan / FER Jumat, 2 Agustus 2019 | 23:01 WIB

Surabaya, Beritasatu.com -  Pertumbuhan kinerja industri franchise atau waralaba lokal dalam beberapa tahun terakhir dinilai stagnan. Di sisi lain, waralaba asing yang masuk Indonesia, mencatatkan kinerja yang tumbuh sekitar 5 persen di tahun 2018 lalu.

Ketua Kehormatan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Anang Sukandar mengatakan, saat ini jumlah franchise lokal sekitar 120 perusahaan. Sementara, waralaba asing berjumlah sekitar 460 perusahaan.

"Waralaba lokal tumbuh stagnan sementara yang global masih bertumbuh sekitar 5 persen," kata Anang disela pameran Info Franchise & Business Conceps (IFBC) 2019 Surabaya yang dibuka Tri Rismaharini, Walikota Surabaya, Jumat (2/8/2019).

Menurut Anang, peluang pertumbuhan waralaba lokal sangat besar, yakni 8 persen hingga 10 persen per tahun mengingat pasar Indonensia juga sangat besar dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta. "Kemampuan belanja yang tinggi juga bisa mendorong usaha waralaba lokal bertumbuh," jelas Anang.

Namun, karena ketatnya persaingan dengan kompetitor, banyak pula yang gulung tikar hingga akhirnya tidak bertumbuh atau menjadi stagnan. Selain itu, banyak usaha waralaba lokal kurang sabar dan kemudian salah langkah. Saat usaha mulai berkembang, ada faktor-faktor yang membuat usaha harus berjalan terseok-seok. "Misalnya kurang fokus, terlalu puas, dan lain sebagainya. Ini yang harus diubah," kata Anang.

Anang menambahkan, pihaknya berharap pemerintah juga seharusnya memberi dorongan bagi waralaba lokal agar bisa lebih maksimal untuk mengembangkan usahanya. Misalnya mempermudah izin usaha di daerah untuk mengembangkan cabang, memberi edukasi terkait produk, kemasan serta promosi.

"Termasuk juga mendorong mereka agar bisa go international, sehingga bisa ada cabang di luar negeri. Saat ini hanya sekitar 16 perusahaan franchise Indonesia yang ada di negara-negara tetangga. Padahal, peluangnya bisa sampai 300 perusahaan," lanjut Anang.

Dukungan tersebut dinilai sangat penting mengingat kehadiran waralaba lokal juga bisa mengurangi angka kemiskinan di Indonesia. Terbukti, keberadaan waralaba lokal selalu memberi lapangan pekerjaan. Misalnya satu outlet dengan tiga pegawai, dengan ada 10 outlet sudah bisa membuka lapangan pekerjaan sekitar 30 tenaga kerja.

"Ditambah dengan multiplayer effect lainnya, seperti distributor, transportasi dan lainnya," tandas Anang.



Sumber: Investor Daily