Gagal Bayar, PT NCI Dilaporkan Nasabah ke OJK

Gagal Bayar, PT NCI Dilaporkan Nasabah ke OJK
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ( Foto: Istimewa )
Asni Ovier / AO Sabtu, 3 Agustus 2019 | 12:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Perusahaan private investment PT Northcliff Indonesia (NCI) dilaporkan salah satu nasabahnya ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait masalah gagal bayar. Saat ini, PT NCI sedang dalam proses IPO untuk dua anak perusahaannya, yaitu PT Media Delapan Visual (Northcliff Media Entertainment) yang bergerak sebagai rumah produksi pembuatan film dan PT Northcliff Ekaland (Northcliff Development) dalam sektor properti yang ditargetkan akan melantai di bursa pada akhir 2019.

Laporan gagal bayar tersebut dilakukan oleh salah seorang nasabah NCI, Johannes Theodor Go ke OJK. Nasabah tersebut melaporkan NCI karena kesepakatan sesuai perjanjian pengembalian dana belum dibayarkan oleh NCI. Johannes berinvestasi ke Northcliff sebesar US$ 400.000 pada 9 November 2018 dengan kesepakatan adanya imbal hasil yang dijanjikan sebesar 6,5% dalam jangka waktu 6 bulan.

Disebutkan, hingga tanggal jatuh tempo pada 16 Mei 2019, Johannes baru menerima pengembalian dana sebesar US$ 100.000. Dengan demikian, sisanya sebesar US$ 300.000 ditambah imbal hasil 6,5% belum dibayarkan oleh NCI.

Hal itu yang membuah Johannes melapor ke OJK melalui Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi OJK. Kepala Satags Waspada Investigasi OJK, Tongam Lumban Tobing mengatakan, pihak PT NCI sudah menghadap ke OJK pada pekan ini dan telah memberikan keterangan kepada OJK terkait dugaan kasus tersebut.

“Northcliff sudah kami panggil dan minggu ini kewajiban kepada nasabah sudah diselesaikan sesuai surat pernyataan mereka,” kata Tongam, Sabtu (3/8/2019). Namun, dia tidak memerinci hasil pertemuan dengan pihak NCI itu. PT Northcliff Indonesia (NCI) memiliki kepemilikan saham-saham di beberapa perusahaan lain, seperti PT Simasindo Intitama dan PT Taman Suci Abadi (TSA).

Sebelumnya, pihak NCI telah menyatakan akan menghadap OJK untuk memberikan penjelasan mengenai tudingan yang diarahkan kepada mereka. Direktur Utama PT NCI Erry Sulistio menyebutkan, pihaknya berinisiatif untuk mendatangi OJK.

“Kami sedang menyiapkan berkas-berkasnya. Kami sedang melakukan audit internal, apakah benar angka yang diklaim oleh pelapor itu valid,” ujar Erry, pekan lalu.



Sumber: BeritaSatu.com