Kembangkan Desain AMMDes, Kemperin Gandeng Milenial

Kembangkan Desain AMMDes, Kemperin Gandeng Milenial
Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Ilmate) Kemperin Harjanto (tengah) saat memberikan keterangan pers "AMMDES DIGIMODZā€ di Jakarta, Senin (5/8/2019). (Foto: Beritasatu Photo / Whisnu Bagus)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Senin, 5 Agustus 2019 | 17:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perindustrian (Kemperin) menggandeng kalangan milenial yang tergabung dalam National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) guna mengembangkan desain kendaraan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) melalui kegiatan bertajuk "Kemenperin AMMDes Digimodz" yakni kompetisi modifikasi digital AMMDes.

Kompetisi yang didukung PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI) ini memperebutkan Piala Menteri Perindustrian. Dalam periode pendaftaran 9 Juli sampai 5 Agustus 2019, ada 100 karya desain anak bangsa.

"Kompetisi modifikasi digital ini merupakan sarana mendapatkan masukan pengembangan desain AMMDes, serta meningkatkan awareness masyarakat terhadap AMMDes sebagai karya anak bangsa dan untuk menggairahkan industri modifikasi nasional," kata Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Ilmate) Kemperin, Harjanto di Jakarta, Senin (5/8/2019).

Melalui “Kemenperin AMMDes DIGIMODZ” akan diperoleh banyak desain modifikasi yang sesuai dengan tujuan AMMDes, yaitu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pedesaan. "Kompetisi ini juga dapat menjadi panggung bagi kaum milenials untuk unjuk gigi dalam kreativitas modifikasi," kata Harjanto.

Selain diminati pasar dalam negeri, AMMDes juga tengah diincar konsumen luar negeri khususnya negara berkembang dengan infrastruktur yang belum memadai. "Negara jajahan Portugal berminat membeli AMMDes," kata Harjanto.

Sampai saat ini Kementerian Perindustrian telah mengembangkan beberapa bisnis model AMMDes bagi kegiatan usaha masyarakat, antara lain AMMDes untuk pengangkutan pisang di Lampung, AMMDes untuk kebutuhan penyosohan beras di Jawa Tengah, serta AMMDes untuk produksi air bersih dan air minum untuk penanganan bencana di Sulawesi Tengah.

Saat ini sedang dilaksanakan Pilot Project pemanfaatan AMMDes Pengumpan Ambulans (Ambulance Feeder) di Kabupaten Lebak Banten yang bertujuan membantu masyarakat dalam mengurangi angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Lebak yang minim infrastruktur dan topologi yang sulit dijangkau oleh ambulans konvensional.

Sementara Presiden Direktur PT. Kreasi Mandiri Wintor Indonsia (KMWI) Reiza Treistanto selaku produsen AMMDes mengungkapkan bahwa perseroan bertekad untuk terus mendorong pengembangan teknologi AMMDes agar dapat bermanfaat secara inklusif dan berkelanjutan. "AMMDes itu sebagai alat mobilitas yang multifungi. Jadi, satu alat, beragam manfaat," kata Reiza Treistanto.

Sejak diluncurkan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018, pengembangan AMMDes telah memasuki tahap produksi massal. Harga yang dibanderol per unit sekitar Rp 70 juta off the road tergantung peruntukannya aplikasinya.

Hingga saat ini, tingkat kandungan komponen lokal AMMDes mencapai 75 persen dengan kapasitas produksi mencapai 3.000 per tahun, serta melibatkan 70 industri komponen yang sebagian besar merupakan sektor industri kecil dan menengah (IKM).



Sumber: BeritaSatu.com