Penerapan Tarif Baru Ojol Diperluas ke 88 Kota dan Kabupaten

Penerapan Tarif Baru Ojol Diperluas ke 88 Kota dan Kabupaten
Ilustrasi ojek dalam jaringan. ( Foto: Antara )
Herman / MPA Kamis, 8 Agustus 2019 | 20:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Perhubungan akan menerapkan aturan terkait kenaikan tarif ojek online di 88 Kota dan Kabupaten yang mewakili masing-masing zona 1, zona 2, zona 3. Selanjutnya, akan diberlakukan secara bertahap ke seluruh Kota dan Kabupaten di Indonesia. Dengan demikian, pemberlakuan tarif baru ojek online kini diterapkan di 133 kota yang terdiri dari 45 kota eksisting dan 88 kota yang baru akan berlaku mulai 9 Agustus pukul 00.00 Wib.

“Pada 1 Mei lalu kita sudah uji coba terhadap 5 Kota utama yaitu Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Jabodetabek, dan Makassar. Ini mewakili ketiga zona tadi. Kenapa kita lakukan bertahap? Ini mungkin penting karena kita ingin melihat bagaimana kemudahan logaritma yang bisa disesuaikan masing-masing aplikator. Dan kedua, di tarif ini harusnya kedua-duanya (tarif dari aplikator) naik bareng, oleh sebab itu memang kita lakukan bertahap. Pada tanggal 1 Juli kemarin kenaikan tarif sudah berlaku di 45 Kota dan Kabupaten."

"Itu merupakan tahap 2 yang telah berlangsung. Selanjutnya untuk tahap 3 akan ditambahkan 88 Kota dan Kabupaten yang mewakili masing-masing zona. Tahap 3 ini akan berlangsung mulai 9 Agustus 2019 pukul 00.00 Wib,” kata Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Ahmad Yani dalam keterangan resminya yang diterima Beritasatu.com, Kamis (8/8/2019).

Tiga sistem zonasi untuk tarif ini yaitu zona 1 untuk wilayah Sumatera, Jawa (tanpa Jabodetabek), dan Bali; zona 2 terdiri dari kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek); dan zona 3 yaitu Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku, dan Papua.

Adapun besaran tarif nett per kilometer untuk Zona I batas bawah Rp 1.850 dan batas atas Rp 2.300, dengan biaya jasa minimal Rp 7.000 - Rp 10.000. Sementara Zona II batas bawah Rp 2.000 dengan batas atas Rp 2.500, dan biaya jasa minimal Rp 8.000 - Rp 10.000. Untuk Zona III batas bawah Rp 2.100 dan batas atas Rp 2.600 dengan biaya jasa minimal Rp 7.000 - Rp 10.000.

Sebanyak 88 Kota dan Kabupaten yang mewakili zona 1 antara lain adalah Kota Sabang, Kota Bukit Tinggi, Kab Agam, Kab Lima Puluh Kota, Kab Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, Kota Duri, Kab Bengkalis, Kota Tanjung Pinang, Kota Jambi, Kab. Muaro Jambi, Kota Kisaran, Kab. Asahan, Kab. Karo, Kab Toba Samosir, Kota Tanjung Balai, Kota Padangsidempuan, Kota Padang Lawas Utara, Kab Tapanuli Selatan, Kab Serdang Bedagai, Kota Pematangsiantar, Kab Simalungun, Kota Tebing Tinggi, Kota Rantau Prapat, Kab Labuhan Batu, Kab Batang, Kab Cilacap, Kab Kebumen, Kab Banyumas, Kab. Brebes, Kab. Purworejo, Kota Pekalongan, Kab. Pekalongan, Kab. Pemalang, Kab. Banjarnegara, Kab Purbalingga, Kota Salatiga, Kab. Banyuwangi, Kab Bojonegoro, Kab. Jember, Kab Bondowoso, Kab Jombang, Kab Kediri, Kota Kediri, Kab Nganjuk, Kota Madiun, Kab. Magetan, Kab. Ngawi, Kab. Ponorogo, Kota Mojokerto, Kab Mojokerto, Kota Serang, Kab Lebak, Kota Cirebon, Kab Cirebon, Kab Garut, Kab Indramayu, Kab Kuningan, Kab Majalengka, Kota Tasikmalaya, Kab. Tasikmalaya, Kab. Subang, Kota Sukabumi, Kab Sukabumi, Kab Cianjur, Kab Purwakarta, Kab. Sumedang, Kab. Ciamis, Kab. Pangandaran, Kota Banjar, Kota Malang, Kab Malang, Kota Batu, Kota Tegal, Kab Tegal, Kab Demak, Kab Kendal, Kab Pati, dan Kab Jepara.

Sementara itu, yang mewakili zona 3 yaitu Kota Bitung, Kota Tomohon, Kota Palopo, Kota Tarakan, Kota Ternate, Kota Sorong, Kab. Merauke, dan Kota Pare-Pare.

Sementara itu, pihak Grab yang diwakili oleh Head of Public Affairs Grab Indonesia, Tri Sukma Anreianno mengatakan akan mendukung dan siap melaksanakan perluasan tarif ojek online. Survei Grab terhadap mitra pengemudinya pada bulan Mei 2019 lalu juga menemukan bahwa kenaikan tarif berpengaruh positif terhadap pendapatan mitra pengemudi yakni sebesar 20-30%, disertai dengan jumlah orderan yang stabil.

“Kami akan menyesuaikan aspek teknologi, seperti algoritma dan GPS sesuai dengan skema tarif yang baru. Selain itu kami akan melakukan sosialisasi kepada mitra pengemudi kami,” kata Tri Sukma.



Sumber: BeritaSatu.com