Harga Minyak Naik Menyusul Kuwait Pangkas Produksi

Harga Minyak Naik Menyusul Kuwait Pangkas Produksi
Ilustrasi minyak. ( Foto: Istimewa )
/ WBP Selasa, 13 Agustus 2019 | 08:48 WIB

Houston, Beritasatu.com  - Harga minyak naik pada akhir perdagangan Senin atau Selasa pagi WIB (13/8/2019), karena ekspektasi bahwa produsen utama akan terus mengurangi pasokan global mengurangi kekhawatiran pertumbuhan permintaan minyak yang melambat akibat perang perdagangan AS-Tiongkok.

Minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September, naik US$ 0,43 menjadi US$ 54,93 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober, naik US$ 0,04 menjadi US$ 58,57 per barel di London ICE Futures Exchange.

Para investor terpecah antara ekspektasi perlambatan pertumbuhan permintaan minyak global dan obrolan tentang upaya-upaya baru oleh produsen-produsen utama untuk mengurangi produksi dan mendukung harga, kata analis.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, telah sepakat untuk memotong 1,2 juta barel per hari (bph) mulai 1 Januari.

Kuwait berkomitmen penuh pada perjanjian OPEC+, Menteri Perminyakan Khaled al-Fadhel mengatakan Kuwait telah memangkas produksinya sendiri lebih dari yang dipersyaratkan dalam perjanjian.

Dia mengatakan kekhawatiran penurunan ekonomi global terlalu dibesar-besarkan. Menurutnya, permintaan minyak mentah akan meningkat di paruh kedua, membantu mengurangi surplus persediaan minyak secara bertahap.

Prospek ekonomi telah memburuk di seluruh dunia karena perselisihan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok meningkat.

Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan pada Jumat (9/8/2019) bahwa meningkatnya tanda-tanda perlambatan ekonomi telah menyebabkan permintaan minyak global tumbuh pada laju paling lambat sejak krisis keuangan 2008.



Sumber: Xinhua, Antara