Hipmi Gelar Rangkaian Kuliah Umum dan Debat Kandidat Caketum

Hipmi Gelar Rangkaian Kuliah Umum dan Debat Kandidat Caketum
Empat calon ketua Hipmi periode 2019-2022 berfoto bersama ketua umum Hipmi, Bahlil Lahadalia (paling kiri) sesaat setelah dinyatakan memenuhi syarat verifikasi dari Steering Committe (SC), Sabtu 25 Mei 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 14 Agustus 2019 | 08:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) saat ini tengah melakukan seleksi untuk memilih calon ketua umum (Caketum) Badan Pengurus Pusat  (BPP) Hipmi masa bakti 2019-2022.

Berdasarkan hasil verifikasi yang dilaksanakan pada 25 Mei lalu, tim steering committee (SC) Hipmi telah menetapkan empat calon yang memenuhi syarat untuk menjadi Caketum BPP Hipmi, yaitu Bagas Adhadirgha (Ketua Bidang Luar Negeri dan Pariwisata BPP Hipmi), Ajib Hamdani (Wakil Bendahara Umum BPP Hipmi), Akbar Buchari (Mantan Ketum BPD Hipmi Sumut yang kini menjadi pengurus BPP Hipmi), dan Mardani H Maming (Wakil Bendahara Umum BPP Hipmi dan mantan Bupati Tanah Bumbu).

Untuk memperoleh kursi nomor satu di Hipmi yang rencananya akan diumumkan pada acara puncak Munas Hipmi XVI tanggal 15 September mendatang, keempat calon tersebut akan diseleksi secara ketat dan diwajibkan untuk mengikuti serangkaian kegiatan antara lain kuliah umum dan debat terbuka untuk menjabarkan visi misi, ide-ide, gagasan dan konsep-konsep dalam membangun Hipmi selama 3 tahun kedepan.

Adapun jumlah kegiatan yang harus dijalankan hingga Munas adalah 8 kuliah umum di 8 provinsi dan 3 debat terbuka, yakni debat pertama tanggal 20 Juli lalu di Batam, debat kedua tanggal 21 Agustus 2019 di Bali, dan debat ketiga 7 September 2019 di Jakarta.

Ketua Pengarah Munas XVI Hipmi, Anggawira, mengatakan, dalam rangkaian kegiatan yang telah dijalani keempat caketum Hipmi, pihaknya mengakui semuanya memiliki konsep dan gagasan yang sangat baik untuk memajukan organisasi profesi pengusaha muda ini menjadi profesional, solid dan mampu menjawab tantangan perubahan jaman serta memenuhi ekspektasi baik dari anggota dan stakeholder.

"Namun, kursi pimpinan hanya satu, dan siapapun nanti yang akan terpilih harapannya dapat membawa Hipmi menjadi lebih baik lagi serta meneruskan estafet kepemimpinan dan keberhasilan program-program sebelumnya sehingga bermanfaat bukan hanya untuk kader dan pengurus melainkan masyarakat luas," kata Anggawira kepada Beritasatu.com, Rabu (14/8/2019).

Ketua Umum Hipmi, Bahlil Lahadalia, menambahkan, Hipmi telah melahirkan banyak pemimpin diberbagai bidang bukan hanya di dunia usaha, kepemimpinan di level daerah hingga nasional eksekutif dan legislatif saat ini telah banyak diisi oleh kader-kader Hipmi.

"Namun, yang lebih penting adalah bagaimana mempersiapkan Hipmi kedepan untuk terus berkontribusi menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan sesuai pasal 33 UUD 1945, menjadi 'tuan rumah di negeri sendiri' dan mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain di dunia," tandas Bahlil.

Berbagai kalangan mengakui, selama masa kepengurusan Bahlil, Hipmi memiliki peran yang lebih dalam mendorong semangat wirausaha kaum muda Indonesia dan menjadi partner strategis bagi pemerintah Jokowi dalam bidang ekonomi.

Jokowi bahkan menilai Bahlil Lahadalia merupakan sosok pemuda yang cerdas, sehingga pantas jika menjadi menteri. Pada Pilpres 2019, Bahlil merupakan salah satu pengusaha yang bergabung dalam tim sukses (timses) Jokowi-Ma'ruf Amin.



Sumber: BeritaSatu.com