Pertamina Tahan Tumpahan Minyak dengan Penampung Fluida

Pertamina Tahan Tumpahan Minyak dengan Penampung Fluida
(kiri-kanan) Ketua Tim I Penanganan Dampak Tumpahan YYA-1 Rifky Effendi H, Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H Samsu, Direktur Utama Pertamina Hulu Energi (PHE) Meidawati, Kasubdir Keselamatan Hulu Minyak dan Gas Bumi ESDM Mirza Mahendra dan VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman saat konferensi pers Update Penanganan Intensif Peristiwa Sumur Lepas Pantai YYA-1, di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Kamis (15/8/2019). ( Foto: istimewa / Istimewa )
Herman / MPA Kamis, 15 Agustus 2019 | 17:50 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.Com – Pasca munculnya gelembung gas di sumur migas lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) pada 12 Juli lalu, pihak Pertamina terus melakukan upaya maksimal untuk menahan tumpahan minyak dari sumur tersebut.

Selain penanganan kontrol sumur yang saat ini sudah mencapai kedalaman 1680 meter atau 5512 feet, PHE ONWJ melokalisasi minyak dengan pengoperasian static dan moveable oil boom, serta menyedot ceceran minyak menggunakan skimmer dan slurry pump.

VP Relations Pertamina Hulu Energi (PHE), Ifki Sukarya menyampaikan, pemasangan dan pengoperasian static oil boom pada lapisan utama sudah mencapai total panjang 4.450 meter. Konfigurasi full circle ini sudah hampir menutup penuh anjungan YYA dan dengan memperhatikan arah angin dan arus. Selain itu, terdapat beberapa bukaan untuk akses masuk keluarnya kapal skimming.

Sebagai tambahan pengoperasian, telah terpasang 400 meter static oil boom pada layer kedua, 600 meter moveable oil boom di sekitar area anjungan YYA, serta 400 meter oil boom di sekitar area FSRU Nusantara Regas.

Ifki menambahkan, Incident Managemet Team (IMT) PHE ONWJ juga telah menempatkan tandon-fluida, yang ditempatkan di bawah anjungan YYA.

“Penampungan ini menggunakan floating storage tank, yang ditarik oleh dua buah kapal. Dengan posisi di bawah anjungan ini memudahkan untuk menampung langsung tumpahan minyak. Kami harapkan, langkah ini mengurangi volume tumpahan minyak ke permukaan laut," kata Ifki Sukarya, di Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Metode tandon fluida ini berhasil menampung sekitar 5.000 liter minyak mentah per hari, di mana setelahnya minyak akan akan dipindahkan ke kapal penampung.

Upaya lain untuk menahan laju tumpahan minyak meluas, PHE ONWJ mengoperasikan tiga unit skimmer ditambah pengoperasian satu slurry pump yang telah tiba di lokasi dan telah digunakan. Hampir sama dengan skimmer, slurry pump ini bertujuan untuk memaksimalkan penyedotan minyak dan kemudian ditempatkan di IBC Tank.

Untuk menangani ceceran minyak di laut ini, PHE ONWJ mengerahkan 48 kapal, 2689 personil, menggelar total 5850 meter oil boom di offshore dan 3660 meter oil boom di onshore.



Sumber: BeritaSatu.com