Calon Anggota BPK Petahana Dinilai Masih Layak

Calon Anggota BPK Petahana Dinilai Masih Layak
Kantor BPK ( Foto: Istimewa )
Yustinus Paat / AO Kamis, 15 Agustus 2019 | 21:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu menilai, calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) keuangan petahana yang telah lolos seleksi masih layak terpilih untuk periode lima tahun mendatang. Untuk itu, FSP BUMN Bersatu berharap, DPR transparan dalam melakukan uji kepatutan dan kelayakan.

"Kami berpandangan, BPK memiliki peran penting dalam mengawal pengelolaan dan peningkatan kualitas pertanggungjawaban keuangan negara yang disertakan dalam BUMN," ujar Wakil Ketua Umum Bidang Audit dan Keuangan FSP BUMN, Ferdinand Situmorang kepada wartawan di Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Menurut Ferdinand, BPK melalui berbagai rekomendasi serta sejumlah dukungan lainnya telah berhasil memastikan perolehan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) bagi Laporan Keuangan pada BUMN. Berbagai rekomendasi BPK yang diiringi dengan beragam dukungan lainnya juga berhasil menaikkan kualitas laporan keuangan dari BUMN sesuai target yang ditetapkan pada Rencana Kerja Anggaran Perusahaan BUMN.

"Rekomendasi BPK terhadap laporan keuangan BUMN juga semakin berdampak pada kepercayaan pasar modal dan keuangan terhadap BUMN dalam mencari pendanaan untuk melakukan aksi korporasi dan menjadi poros vital pembangunan Infrastruktur di era Presiden Joko Widodo," kata  Ferdinand.

Selain itu, kata dia, kinerja BPK dalam melakukan audit laporan BUMN juga berhasil menemukan kejanggalan-kejanggalan penggunaan dan kebijakan beberapa BUMN yang banyak merugikan BUMN dan berdampak pada tindak pidana korupsi.

"Karena itu, kami dari Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu terkait dengan akan dipilihnya anggota BPK yang baru, memberikan pendapat bahwa selayaknya Komisi XI DPR dalam melakukan uji kepatutan dan kelayakan lebih mengutamakan kemampuan dan integritas para calon," kata dia.

Dikatakan, kinerja beberapa anggota BPK yang ikut kembali mencalonkan diri dan telah lolos seleksi sejauh ini, patut dipertimbangan untuk dipilih kembali. "Calon petahana itu adalah Harry Azhar Azis dan Achsanul Qosasi yang telah masuk dalam daftar 32 nama yang lolos," kata dia.

Untuk diketahui, pemilihan anggota BPK untuk periode 2019-2024 sudah mulai berproses dan DPR akan segera memilih para calon anggota BPK yang sekarang sudah mengkerucut menjadi 32 nama dari sebelumnya 64 orang. Komisi XI akan segera melakukan uji kepatutan dan kelayakan terhadap 32 nama tersebut.

Calon yang lolos itu masih didominasi politisi, seperti Daniel Lumban Tobing (PDIP), Akhmad Muqowam (PPP), Tjatur Sapto Edy (PAN), Ahmadi Noor Supit, Ruslan Abdul Gani (Partai Golkar), Pius Lustrilanang, Wilgo Zainar (Partai Gerindra), dan Nurhayati Ali Assegaf (Partai Demokrat).

Sementara, mantan pejabat yang lolos antara lain mantan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio, mantan Ketua KPPU Muhammad Syarkawi Rauf, serta dua calon petahana Harry Azhar Azis dan Achsanul Qosasi.



Sumber: BeritaSatu.com