Wall Street Ditutup Menguat karena Kekhawatiran Resesi Berkurang

Wall Street Ditutup Menguat karena Kekhawatiran Resesi Berkurang
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. ( Foto: AFP / Johannes Eisele )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Sabtu, 17 Agustus 2019 | 07:10 WIB

New York, Beritasatu.com - Bursa saham di Wall Street menguat pada penutupan perdagangan Jumat atau Sabtu pagi WIB (17/8/2019), karena kekhawatiran resesi berkurang. Pasar juga didukung pelonggaran pasar obligasi AS serta serangkaian data ekonomi.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 306,62 poin atau 1,20 persen, menjadi 25.886,01. Indeks S&P 500 meningkat 41,08 poin atau 1,44 persen, menjadi 2.888,68. Indeks Komposit Nasdaq ditutup bertambah 129,38 poin atau 1,67 persen, menjadi 7.895,99.

Semua dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi dengan sektor industri naik lebih dari 1,9 persen, memimpin keuntungan.

Seluruh atau 30 saham unggulan atau bluechip di Dow memperpanjang kenaikan, dengan saham Walgreens Boots Alliance dan JPMorgan Chase masing-masing naik 2,41 persen dan 2,40 persen, berada di antara saham yang berkinerja terbaik.

Imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10-tahun dan 30-tahun telah meningkat sepanjang Jumat (16/8/2019), bangkit kembali dari kerugian mendalam di hari-hari sebelumnya, sehingga mengurangi kekhawatiran investor atas potensi resesi.

Imbal hasil obligasi pemerintah 10-tahun naik menjadi 1,56 persen, memperlebar kesenjangannya dengan imbal hasil surat utang pemerintah 2 tahun, yang mencapai 1,49 persen pada penutupan pasar.

Sementara para pelaku pasar mencerna sejumlah data beragam sejak Kamis (15/8/2019), di antaranya laporan pembelanjaan konsumen yang kuat pada Juli memberi dukungan pasar. Di sisi ekonomi, sentimen konsumen AS menurun pada awal Agustus menjadi 92,1, menandai level terendah sejak awal tahun, menurut survei konsumen Universitas Michigan yang dirilis pada Jumat (16/8/2019).



Sumber: Reuters