Kenaikan Emas Terhenti setelah Bursa AS Menguat

Kenaikan Emas Terhenti setelah Bursa AS Menguat
Ilustrasi ( Foto: Istimewa )
/ WBP Sabtu, 17 Agustus 2019 | 07:19 WIB

Chicago, Beritasatu.com - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup melemah pada perdagangan Jumat atau Sabtu pagi WIB (17/8/2019), menghentikan kenaikan beruntun beberapa hari terakhir karena pasar ekuitas AS dan dolar menguat.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun US$ 7,60 atau 0,5 persen, menjadi US$ 1.523,60 per ounce.

Pada perdagangan Jumat (16/8/2019), Indeks Dow Jones Industrial Average naik 306,62 poin atau 1,20 persen, menjadi 25.886,01. Indeks S&P 500 meningkat 41,08 poin atau 1,44 persen, menjadi 2.888,68. Indeks Komposit Nasdaq ditutup bertambah 129,38 poin atau 1,67 persen, menjadi 7.895,99.

Ketika indeks acuan di bursa saham naik, emas berjangka biasanya jatuh, karena investor tidak perlu mencari aset-aset safe haven, dan mengalihkan dana-dananya ke aset-aset berisiko.

Sementara penguatan dolar AS menambah tekanan pada emas berjangka. Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik sedikit menjadi 98,17 menjelang penyelesaian perdagangan emas.

Dolar AS yang menguat mengurangi daya tarik emas, karena emas yang dihargakan dalam dolar AS membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Meskipun emas berjangka turun pada Jumat (16/8/2019), logam mulia ini membukukan kenaikan mingguan ketiga berturut-turut karena kekhawatiran meningkatnya ketegangan perdagangan dan kemungkinan resesi global.

Adapun logam mulia lainnya, perak pengiriman September turun 9,2 sen atau 0,53 persen menjadi US$ 17,122 per ounce. Platinum pengiriman Oktober naik US$ 9,5 atau 1,13 persen, menjadi US$ 851,50 per ounce.



Sumber: Xinhua, Antara